Aremania CR10SD Ini Kritik Pemain yang Tak Ikut Nyanyi Anthem Arema

Aremania CR10SD Ini Kritik Pemain yang Tak Ikut Nyanyi Anthem Arema
Aremania CR10SD Ini Kritik Pemain yang Tak Ikut Nyanyi Anthem Arema

Laga Arema FC vs PSIS Semarang di pekan ke-17 Liga 1 2019 lalu ternyata masih menyisakan ganjalan di hati Mahardika Nanang Susilo. Pria dari komunitas Aremania CR10SD ini mengkritik para penggawa Singo Edan yang tak ikut menyanyikan anthem Arema usai laga.

Seperti diketahui, setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-1, 15 ribuan Aremania yang hadir menyanyikan lagu Kita Saudara buatan band d’Kross yang baru saja dijadikan anthem klub. Mahardika menyayangkan, para pemain Arema tidak ikut bernyanyi.

Para pemain Arema langsung masuk ke ruang ganti usai wasit Oky Dwi Putra meniup peluit panjang tanda laga berakhir. Pria yang akrab disapa Jhoni itu cuma melihat sosok kapten tim Hamka Hamzah yang masih bertahan di lapangan saat anthem berkumandang.

“Sebagai Aremania ya jelas kami kecewa, ibarat orang berpacaran, sudah diapeli jauh-jauh, tapi tidak dihiraukan,” kata Jhoni kepada WEAREMANIA.

Mengunggah Kekecewaan di Media Sosial

Jhoni langsung mengunggah kekecewaannya di akun media sosialnya, @mahardika_nanangsusilo21 usai laga. Aremania yang biasa mendukung Arema di tribun 10 Stadion Kanjuruhan Malang itu berusaha menarik perhatian pemain Arema agar melihat unggahannya.

Dalam unggahannya tersebut, Jhoni menyertakan foto pemain PSIS Semarang berdiri memberikan applause kepada pendukungnya di tribun VIP. Terselip kalimat sindiran pula, “PSIS eruh carane (tahu caranya) mengghargai suporter.”

“Kalau masalah pemain yang langsung masuk ke ruang ganti itu, saya yang pertama bersuara, setelah itu ada salah seorang pemain yang menelpon saya. Kami mengobrol enak-enakan, dia bilang akan ada saran dan masukan ke tim, agar suporter mengerti dan pemain paham,” imbuhnya.

Berharap Pemain Arema Memahami Aremania

Jhoni menilai butuh komunikasi dan sinergi antara pemain Arema dan Aremania. Sementara ini, menurutnya pemain Arema tidak terlalu paham apa yang dilakukan suporter arus bawah. Bagaimana perjuangan suporter bisa sampai di stadion menurutnya tak banyak diketahui pemain Arema.

“Satu lagi, beberapa musim ini tim Arema tidak punya budaya penghormatan kepada suporter di akhir laga. Sebenarnya anthem juga sebuah penghormatan pemain kepada suporter, dan sebaliknya. Tapi kami di tribun 10 cuma bisa berteriak, karena masih banyak Aremania yang lebih senior. Sekali lagi, ini pendapat pribadi saya sendiri, tidak mewakili suara Aremania,” tanda capo Aremania CR10SD ini.