More

    5 Fakta Menarik Shulton Fajar, Local Hero yang Dipulangkan Arema

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Shulton Fajar merupakan pemain lokal baru yang direkrut Arema untuk Liga 1 2024-2025. Pemain berusia 30 tahun ini dipulangkan Arema ke Malang, kota kelahirannya.

    Secara resmi, manajemen klub memperkenalkan Shulton melalui akun media sosial milik klub, Rabu (3/7/2024). Namun, Shulton kembali diperkenalkan melalui jumpa pers di Kandang SInga pada Sabtu (6/7/2024).

    Arema mendatangkan Shulton dari sesama klub Liga 1, Persis Solo dengan status free transfer. Pemain kelahiran 4 Februari 1994 ini dikontrak dengan durasi satu musim dengan opsi perpanjangan di musim berikutnya.

    Inilah 5 Fakta Menarik Shulton Fajar

    1. Merintis Karier di Tim PON Jawa Timur

    Shulton merintis karier sepak bola di tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur pada tahun 2015. Kala itu usianya masih 21 tahun.

    2. Belum Pernah Main di Arema

    Meski lahir di Malang, Shulton belum pernah memperkuat Arema, maupun menimba ilmu di Akademi Arema. Selepas dari tim PON Jawa Timur, Shulton memilih berkelana di tim-tim kasta bawah seperti Persatu Tuban (2017), Persibo Bojonegoro (2018), dan PSIM Yogyakarta (2018).

    Membela Persis Solo di tahun 2019, Shulton sukses membawa timnya promosi ke Liga 1 dan bertahan hingga akhir Liga 1 2023-2024. Di musim berikutnya, barulah Shulton memutuskan mau menerima pinangan Arema.

    3. Rekrutan Lokal Termahal

    Untuk Liga 1 2024-2025, Arema merekrut tujuh pemain lokal anyar. Shulton menjadi pemain lokal dengan harga pasaran termahal di antara mereka, yakni mencapai Rp1,30 miliar.

    4. Bukan Cuma Bisa 1 Posisi

    Posisi gelandang bertahan bukanlah satu-satunya posisi yang bisa dan biasa dimainkan Shulton. Jika dibutuhkan, Shulton pun mampu memerankan posisi dengan tugas yang berbeda, yakni gelandang tengah.

    5. Rela Tanggalkan Nomor Punggung 87

    Gabung Arema, Shulton harus rela tanggalkan nomor punggung 87 yang biasa dipakai di jerseynya semasa membela Persis Solo. Angka yang identik dengan tahun kelahiran Arema itu memang biasa dipakai arek Malang yang tengah merantau di klub luar Malang.

    Mau tak mau Shulton harus merelakan nomor itu, karena sudah dipakai lebih dulu oleh kapten tim sekaligus ikon Arema, Johan Farizi. Shulton pun harus ikhlas mengenakan nomor punggung 67 di Arema.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis