Main di Liga Wanita Timor Leste bersama Maudoko FC Women, striker Arema Putri, Anisya Widyawati mengaku anti homesick, terutama soal kuliner. Maklum, pemain berusia 26 tahun itu sudah merasakan atmosfer bermain di sana sejak empat tahun terakhir dengan status pinjaman.
Banyak pemain Maudoko FC yang masih bertahan sejak Widya bergabung pada musim 2021 lalu. Menurutnya, mereka baik dan bersahabat dengan pemain-pemain dari luar Timor Leste, sehingga proses adaptasinya tak masalah.
Soal kuliner, menurutnya tak perlu adaptasi khusus, karena memang tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Widya menduga hal itu dipengaruhi faktor geografis yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Timur.
“Saya di sini tinggal di rumah bos (Maudoko FC), kami disediakan kamar khusus. Kalau makan biasanya dimasakkan, makanannya sama seperti di Indonesia. Jadi, saya gak homesick,” kata Widya kepada WEAREMANIA.
Anti Homesick Soal Kuliner karena Bos yang Baik Hati
Widya gabung Maudoko FC bersama pemain Arema Putri lainnya, Devi Radina Safitri. Pemain kelahiran Lumajang, 21 Maret 1999 itu senang punya bos yang baik hati yang biasa mentraktir pemain makan di luar ketika bosan nakan di rumah.
“Orang yang bantu-bantu di rumah sini tahu masakan Indonesia, seperti sayur sop, tahu, tempe, telur, dan lain-lain, sama saja seperti di rumah sendiri,” imbuhnya.
“Mungkin kalau lagi bosan biasanya beli lalapan, bakso, atau mie ayam bersama bos,” jelas eks pemain Timnas Indonesia Wanita itu.
Pertegas Target Bersama Maudoko FC Women
Dengan rasa nyaman yang didapatkannya, Widya pertegas targetnya bersama Maudoko FC Women. Namun, target individual bukan prioritasnya musim ini.
“Tentunya saya ingin bawa tim berada di klasemen atas, menang di setiap laga, dan semoga juara. Saya berusaha bermain bagus untuk tim, pokoknya berkontribusi dulu, soal nanti saya mendapatkan gelar pribadi itu bonus,” pungkasnya.
