More

    Mau Sukses di Sepak Bola Tanpa Meninggalkan Bangku Sekolah, Bek Arema Putri U-15 Punya Triknya

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Jika mau sukses di sepak bola tanpa meninggalkan bangku sekolah, bek Arema Putri U-15 di Hydro Plus Soccer League 2025-2026, Haura Adzra Nisrina punya triknya. Menurutnya, kuncinya adalah bagaimana bisa membagi waktu dengan baik.

    Karier sepak bolanya dimulai sejak usia kelas 4 SD dengan masuk Dendi Santoso Soccer School atas kemauannya sendiri. Awalnya Haura mencari-cari di internet klub sepak bola di Malang, hingga menemukan Sekolah Sepak Bola punya pemain Arema, Dendi Santoso itu.

    Lalu, Februari 2025 mendapatkan panggilan dari Pelatih Arema Putri, Nanang Habibi untuk mengikuti turnamen Kajari Cup 2025. Sejak saat itu, Haura mulai belajar banyak dan menambah pengalaman bertanding bersama Arema hingga saat ini bersekolah di SMP Negeri 4 Malang.

    “Alhamdulillah, saya bisa membagi waktu antara sepak bola dan sekolah, karena saya sudah punya perencanaan yang jelas. Di pagi hari sampai sore sekitar jam 3 saya fokus sekolah dan menyelesaikan tugas secepat mungkin. Setelah itu baru saya gunakan waktu sore untuk latihan sepak bola,” kata Haura kepada WEAREMANIA.

    “Saya juga berusaha disiplin dengan jadwal. Meskipun capek, saya tetap menyempatkan waktu belajar di rumah. Buat saya, sepak bola justru membantu melatih disiplin, konsistensi, dan tanggung jawab, yang akhirnya berdampak positif juga ke sekolah. Selama saya bisa menjaga komitmen dan prioritas, dua duanya bisa berjalan seimbang,” imbuhnya.

    Keinginan Sukses di Sepak Bola Tanpa Meninggalkan Bangku Sekolah Sempat Ditentang Orang Tua

    Keinginan Haura merajut karier di sepak bola sambil terus bersekolah sempat ditentang orang tuanya. Beruntung, pemain kelahiran Malang, 14 Februari 2011 itu bisa memberi pembuktian kepada bapak dan ibunya.

    “Awalnya keberatan, karena kata mereka ‘Haduh, cewek kok ikut bola sih? Cari yang lain saja,”. Tapi, itu gak bikin saya putus semangat. Saya selalu berusaha buat menjadi lebih baik dan berlatih setiap saat untuk meraih mimpi-mimpi agar mereka bisa percaya kalau perempuan itu juga bisa main bola,” jelas Haura.

    “Alhamdulillah, sekarang orang tua sudah mendukung. Baru akhir-akhir ini setelah saya masuk Arema Putri, mereka akhirnya bisa percaya kepada saya,” jelas pemain berusia 14 tahun ini.

    Salah satu pembuktian Haura kepada orang tuanya adalah konsisten meraih prestasi di sekolah ketika meniti karier sepak bolanya. Apalagi, menurutnya, kedua orang tuanya termasuk sosok yang ketat dengan nilai-nilai anaknya di sekolah, karena dari dulu Haura dididik untuk selalu mendapatkan nilai yang bagus.

    “Nilai-nilai aman banget. Kemarin habis terima rapor dan Alhamdulillah 90-an semua. Saya gak pernah merasa terganggu belajar, kalau ujian permah. Misal saat ulangan harian, mau gak mau setelah selesai pertandingan, sesampainya di rumah langsung mandi dan makan, lalu saya langsung membuka buku untuk mempelajari apa yang harus dipelajari untuk ujian atau ulangan,” ujarnya.

    Untuk mengikuti Hydro Plus Soccer League 2025-2026, Haura harus sering mengajukan dispensasi kepada pihak sekolahnya. Beruntung, SMPN 4 Malang juga mendukung kariernya.

    “Seperti itu benar-benar menguras energi banget, habis pertandingan langsung belajar. Tapi mau gimana lagi, namanya juga kewajiban seorang siswa. Saya juga harus sering dispen, untung gampang dapat dispennya, karena sekolah juga menjunjung tinggi prestasi siswa-siswinya,” pungkasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis