Laga Arema vs Bhayangkara FC bakal tersaji di Pekan 3 Super League 2025-2026, Jumat (22/8/2025), pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi menjadi ajang pembuktian bagi dua pelatih asing, Marcos Santos di kubu Arema dan Paul Munster di tim tamu.
Bersama Arema, Marcos diketahui belum terkalahkan dalam dua laga awal musim ini. Usai mengalahkan PSBS Biak 4-1 di kandang, Arema membawa pulang satu poin berkat bermain imbang 1-1 dengan PSIM Yogyakarta.
Di sisi lain, Munster mencatatkan dua laga start yang kurang meyakinkan. Mantan Pelatih Persebaya Surabaya itu gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan 0-1 di markas Borneo FC Samarinda, lalu cuma ditahan imbang PSM Makassar 1-1 di kandang sendiri.
“Minggu ini terasa singkat karena pertandingan terakhir kami di laga tandang. Setidaknya untuk memulihkan kelelahan para pemain setelah bermain sepanjang waktu dengan sedikit waktu. Namun, tim siap main di kandang bersama para suporter, hanya mengincar tiga poin,” kata Marcos.
Tantangan Lain Marcos Santos di Laga Arema vs Bhayangkara FC
Selain faktor pemain yang kelelahan, Marcos masih punya tantangan lainnya. Pelatih asal Brasil itu menyinggung soal kualitas Bhayangkara FC yang pantang diremehkan karenaa mereka memburu tiga poin pertama musim ini.
“Kami menghormati lawan, karena ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Ini tim yang bagus, terlatih dengan baik, dengan pemain-pemain yang bagus. Namun, selama minggu ini saya menguji dua formasi. Satu tradisional, satu sedikit lebih ofensif, dan besok saya akan memutuskan skema mana yang akan kami gunakan untuk meraih tiga poin,” imbuhnya.
Tantangan lain yang tak kalah merepotkan bagi Marcos tentu absennya Yann Motta yang menjalani sanksi kartu merah. Pelatih berusia 46 tahun itu harus memutar otak untuk mencari duet bagi Luiz Gustavo di jantung pertahanan.
Sementara, satu stopper asingnya, Odivan Koerich masih pemulihan cedera, kabar baik datang dari Julian Guevara. Pemain yang musim lalu akrab dengan posisi tersebut baru pulih dari cederanya.
Masih ada bek tengah lokal seperti Anwar Rifa’i dan Brandon Scheunemann yang bisa menjadi opsi baginya. Apalagi, gelandang bertahan seperti Matheus Blade dan Betinho Filh0 juga bisa difungsikan sebagai stopper.
“Ini adalah beberapa opsi yang kami latih selama seminggu, dan besok saya akan mencoba membuat keputusan untuk mempertahankan tim yang seimbang, tetapi tanpa kehilangan permainan ofensif, yang saya sukai, terutama di kandang, untuk menang,” tandasnya.
