Arema Kandaskan Bali United, Aremanita: Banyak Peluang yang Terbuang Sia-sia

Arema kandaskan Bali United 2-1 di kandangnya dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 Pekan 4, Sabtu (13/8/2022) malam. Aremanita Gunung Kawi bernama Cindy Natasya menilai masih banyak peluang yang terbuang sia-sia.

Tampil di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Arema menggebrak dengan mencetak gol lebih dulu lewat Abel Camara, sebelum disamakan Privat Mbarga sebelum turun minum. Pada babak kedua, gol bunuh diri Ricky Fajrin memastikan kemenangan Arema atas Bali United.

Dalam catatan statistik, Arema mampu bikin 10 tembakan, di mana lima tembakan di antaranya mengarah ke gawang yang dijaga kiper Nadeo Argawinata. Lima kreasi peluang juga mampu diciptakan penggawa Singo Edan.

Cindy yang menonton laga ini lewat televisi di rumah bersama keluarganya besyukur Arema bisa menang. Namun, menurutnya, Arema bisa menang lebih dari dua gol.

“Menurut saya, Arema banyak memiliki peluang gol, tapl sedikit tidak bisa mengendalikan bola dengan baik. Namun, Alhamdulillah tanding malam ini Arema sangat bersemangat, dan bisa mencuri tiga poin, walaupun gol yang kedua terbantu gol bunuh diri,” kata Cindy kepada WEAREMANIA.

Arema Kandaskan Bali United, Abel Camara Bermain Luar Biasa

Kemenangan Arema di kandang Bali United ini menurut Cindy salah satunya karena penampilan luar biasa Abel Camara. Penyerang asal Portugal itu akhirnya bisa mempersembahkan gol perdana untuk Arema.

Dua tembakan ke gawang Bali United dilakukan Abel sepanjang 90 menit. Satu di antaranya menjadi gol pembuka bagi kemenangan Arema.

Selain itu, pemain berusia 32 tahun itu aktif dalam membantu pertahanan lawan ketika Arema kehilangan bola. Di luar kartu kuning yang didapatkannya gara-gara pelanggaran keras, Abel mampu mencatatkan dua clearance dan satu intercepts.

“Menurut saya, permainan Abel malam ini sangar, bagus menguasai bola, tapi agak kurang bersemangat, dan umpannya juga kurang tepat sasaran. Gerakannya juga kurang kesit, dan kena satu kartu kuning,” imbuh gadis kelahiran Malang, 23 Agustus 1998 tersebut.

Tak Masalah Dibilang Menang Karena Gol Keberuntungan

Cindy mengaku tak masalah jika dibilang Arema menang karena gol keberuntungan. Bagi mahasiswi salah satu kampus di Kota Malang itu, yang terpenting adalah kemenangan Arema.

Gol penentu kemenangan Arema tercipta oleh aksi bunuh diri Ricky Fajrin. Berniat menghalau bola sepakan Ilham Udin, bola justru mengarah ke gawang sendiri.

“Memang keberuntungan, tapi kalau tidak ada usaha pemain Arema sampai menit akhir maka tidak ada gol bunuh diri di menit akhir itu. Pasti, skornya juga imbang dan Arema ada di papan bawah posisi klasemennya,” pungkas pengidola Gian Zola ini.

“Tetap optimistis untuk menang lagi. Semogga pertandingan selanjutnya bisa mendapat poin-poin untuk menunju juara. Semangat juga untuk Arema dan Aremania.”

Ada banyak momen menarik yang terjadi di laga Bali United vs Arema semalam. BACA: Inilah serba pertama saat Arema mengalahkan Bali United semalam.