Aremania Ini Minta Kedatangan Pendukung Persib Bandung Dikawal Kepolisian

Aremania bernama Andreas Lukwira minta kedatangan pendukung Persib Bandung ke Malang dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Permintaan itu dilakukannya karena khawatir adanya potensi gesekan.

Sebelumnya, Panpel Arema sudah memberikan jatah 500 tiket untuk Bobotoh Viking yang ingin ikut mendukung Persib yang dijamu Arema di Liga 1 2022-2023 Pekan 9, Minggu (11/9/2022). Mereka diizinkan hadir di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang berdasarkan rapat koordinasi dengan kepolisian.

Terbaru, sudah ada pernyataan dari sejumlah kelompok Viking yang memastikan tak akan mengambil jatah tiket tersebut. Meski demikian, menurut Andreas, pengamanan tetap harus diperketat.

“Rencana kedatangan suporter Persib harus dibarengi kesiapan aparat keamanan, karena sangat mungkin ada pihak-pihak yang kurang suka upaya tersebut, lalu melakukan upaya provokasi,” kata Andreas kepada WEAREMANIA.

Pendukung Persib Bandung Dikawal Kepolisian Sejak dari Bandung

Andreas yang merupakan lulusan Kriminologi Universitas Indonesia itu berharap kawalan terhadap pendukung Persib Bandung dilakukan sejak keberangkatan mereka. Dalam rakor yang dihadiri pewakilan Bobotoh-Viking juga sudah disepakati pendukung Persib yang ke Malang harus terkoordinir dan ber-id card.

Menurutnya, ada baiknya Bobotoh-Viking yang berangkat ke Malang melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Barat. Ketika memasuki wilayah Malang Raya, harapannya pengawalan bisa lebih intens.

“Selain dari pihak kepolisian, Aremania juga bisa membantu dengan menjadi benteng hidup nawak-nawak dari Bandung, sehingga pihak-pihak yang berupaya menyusup dan memprovokasi sulit untuk menjangkau pihak suporter Persib,” imbuhnya.

“Pola pengamanan Polda Jabar dan Polda Metro untuk suporter Persib yang datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno pada final Piala Presiden, salah satunya lawan Arema bisa menjadi role model pengamanan.”

Melibatkan Patroli Cyber

Andreas juga berharap pihak kepolisian terkait juga melibatkan patroli cyber di media sosial. Langkah ini juga terbilang penting lantaran provokasi biasanya datang dari dunia maya.

“Unsur yang dilibatkan selain pengamanan terbuka, perlu juga melibatkan unsur intelijen,” imbuh Aremania berusia 36 tahun itu.

“Bahkan kalau melihat pengamanan Polda Metro dulu sampai ada patroli cyber dan menciduk provokator di dunia maya. Ini harus dilakukan juga oleh Polda Jawa Timur, dan juga Polres-Polres Malang Raya.”

Sebelumnya, sudah ada enam kesepakatan yang dicapai antara Aremania dan Bobotoh-Viking tentang rencana away ini. BACA: Inilah enam butir kesepakatan antara pendukung Arema dan Persib Bandung dalam rapat koordinasi yang baru-baru ini dilakukan.