Surat cinta dari Aremania disampaikan Koordinator Presidium Aremania, Ali Rifki usai kericuhan di laga Arema vs Persija Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Dalam laga Pekan 12 Super League 2025-2026 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu berakhir dengan skor 1-2 untuk tim tamu.
Arema sempat unggul dulu lewat gol tendangan bebas Valdeci Moreira di menit 12. Namun, dua gol balasan Eksel Runtukahu membuat Persija comeback menaklukkan tim tuan rumah 2-1.
Diawali ketegangan-ketegangan sepanjang laga, yang juga diwarnai kartu merah untuk Julian Guevara (Arema) dan Jordi Amat (Persija), kericuhan terjadi di pengujung babak kedua, tepatnya saat memasuki injury time. Peman, staf pelatih, dan offisial kedua tim terlibat adu mulut hingga wasit mengeluarkan tiga kartu merah tambahan, satu untuk staf pelatih Arema dan dua untuk offisial Persija.
Menyikapi situasi tersebut, Ali mengunggah surat terbuka dalam akun Instagram pribadinya. Surat yang tertanda Aremania/Aremanita yang menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik lagi itu berisi pesan untuk Pelatih Marcos Santos, tim kepelatihan dan para pemain Arema.
“Jangan mudah terprovokasi, dan jangan pula memprovokasi pihak lain. Jaga nama baik Arema FC. Jangan melakukan tindakan yang memalukan, terlebih ketika seluruh elemen saat ini sedang berproses untuk berbenah, manajemen, panpel, maupun suporter,” kata Ali.
Kericuhan di Laga Arema vs Persija Jakarta Memalukan
Ali menilai kericuhan di pengujung laga Arema vs Persija itu memalukan mengingat hubungan baik antara Arema-Persija dan Aremania-Jakmania. Pria asal Pasuruan itu mengajak untuk kembali ke jati diri tim sebagai Arema.
“Kejadian kemarin telah mencoreng apa yang selama ini sudah kita bangun bersama. Ini sangat memalukan. Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Kejadian seperti itu tidak boleh terulang kembali,” imbuhnya.
“Ayo fokus memperbaiki diri, kembali ke jati diri Arema, dan memberikan contoh yang baik di dalam maupun luar lapangan,” pungkas pria berusia 41 tahun ini.
