Dua pemain asing anyar Arema cedera sebelum tampil di Super League 2025-2026. Ada dugaan Skuad Singo Edan menjadi korban beli kucing dalam karung saat mendatangkan pemain asing.
Untuk musim ini, Arema mendatangkan delapan pemain asing baru. Dua di antara mereka, yakni Valdeci Moreira dan Odivan Koerich tengah melakoni pemulihan cedera jelang laga perdana melawan PSBS Biak, Senin (11/8/2025), pukul 15.30 WIB.
Valdeci maupun Odivan sama-sama mengalami cedera hamstring dalam sesi latihan di waktu yang berbeda. Untuk Odivan diperkirakan masa pemulihannya masih dua pekan lagi, sedangkan Valdeci tersisa sepekan.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menolak anggapan pihaknya jadi korban beli kucing dalam karung untuk kasus cedera kedua pemainnya. Menurutnya, cedera yang diderita Valdeci dan Odivan adalah cedera baru.
“Gak dong, gak seperti itu. Mereka mengalami cederanya waktu latihan di sini. Cederanya juga hamstring, cedera yang notabene umum bagi pesepak bola,” kata Yusrinal kepada WEAREMAnIA.
Pemain Asing Anyar Arema Cedera karena Intensitas Latihan
Pria yang akrab disapa Inal itu menambahkan,, sesuai informasi dari dokter tim, cedera Valdeci dan Odivan disebabkan intensitas dalam sesi latihan. Sebab, jelang Super League 2025-2026, Pelatih Marcos Santos memang menggelar latihan dengan intensitas tinggi.
“Cedera mereka karena intensitas latihan yang tinggi. Sebetulnya program latihan dari pelatih seminggu sebelum bertanding sudah turun intensitasnya. Tapi, mereka ini mengalami cedera sebelum intensitas latihan diturunkan,” imbuhnya.
“Jadi, cedera itu bukan karena cedera lama atau bawaan ya. Lagian cedera hamstring itu mungkin banyak pemain top pernah ketarik begitu.”
Masih Ada Back Up-nya
Inal tak khawatir jika Valdeci dan Odivan memang tak bisa bermain di laga melawan PSBS. Menurutnya, di posisi mereka masih ada pemain lain yang sudah disiapkan sebagai back up.
“Kami gak khawatir, karena di posisi Valdeci dan Odivan masih ada pemain asing lain yang bisa memback up. Jadi, aman lah,” pungkas manajer berusia 49 tahun itu.
