Alasan Dewan Direksi Arema pertahankan Marcos Santos sebagai pelatih kepala untuk Super League 2026-2027 akhirnya terungkap. Manajemen Singo Edan menilai pelatih asal Brasil tersebut berhasil membangun fondasi positif yang layak dilanjutkan pada musim depan bersama Asisten Pelatih Andre Caldas Costa.
Salah satu alasan utama pihak klub mempertahankan Marcos adalah kemampuannya membangun suasana positif di dalam skuad. Itu menjadi nilai lebihnya sebagai pelatih dalam mengelola pemain dengan baik.
“Coach Marcos berhasil mengayomi pemain dan menjaga suasana tim tetap kondusif. Selama musim berjalan kami gak menemukan persoalan internal yang mengganggu tim. Itu menjadi salah satu nilai penting dalam evaluasi kami,” kata General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi.
Selain itu, pelatih asal Brasil tersebut menjadi salah satu pelatih yang mampu menuntaskan satu musim kompetisi bersama Arema. Dalam beberapa tahun terakhir, Arema sering kali mengganti pelatih di tengah kompetisi. Karena itu, manajemen menilai kontinuitas menjadi faktor penting dalam pembangunan tim.
“Selama beberapa musim terakhir kami cukup sering berganti pelatih. Coach Marcos mampu menyelesaikan musim dan menunjukkan bahwa program yang dijalankannya berjalan dengan baik. Karena itu, kami merasa dia layak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaannya,” imbuh pria yang akrab disapa Inal itu.
Tak hanya itu, Marcos juga terlibat aktif dalam proses penyusunan skuad musim depan. Bahkan, pelatih berusia 46 tahun ini membantu manajemen memantau dan merekomendasikan sejumlah pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim.
“Dia sudah memahami kompetisi Indonesia, karakter pemain, dan kebutuhan tim. Bahkan, dia ikut membantu proses pencarian pemain untuk musim depan. Itu menjadi salah satu pertimbangan kami untuk melanjutkan kerja sama,” jelasnya.
