Arema batal menang di kandang PSIM Yogyakarta di laga Pekan 2 Super League 2025-2026, Sabtu (16/8/2025) setelah tuan rumah memaksakan hasil imbang 1-1 1. Stopper Anwar Rifa’i mengaku tetap bersyukur atas satu poin dari Stadion Sultan Agung, Bantul itu.
Semula, Arema berhasil mencetak gol lebih dulu di pengujung babak pertama. Dalberto Luan Belo sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo penalti ke gawang PSIM.
Namun, petaka bagi Arema datang di menit-menit akhir babak kedua. Gawang Arema kebobolan oleh pemainnya sendiri, Betinho Filho yang membuat skor menjadi kembali imbang 1-1 yang bertahan hingga akhir laga.
“Untuk laga ini pertama saya mau ucapkan syukur Alhamdulillah kita bisa membawa pulang poin ke Malang, meskipun cuma satu poin,” kata Rifa’i dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.
Arema Batal Menang di Kandang PSIM Yogyakarta karena Kartu Merah
Rifa’i mengakui kartu merah untuk Yann Motta di awal babak kedua turut memengaruhi performa tim Arema. Hasilnya, Skuad Singo Edan gagal mempertahankan keunggulan 1-0.
“Dengan cuma 10 pemain, kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Mungkin kalau dengan 11 pemain kita masih bisa mempertahankan keunggulan 1-0 itu,” imbuhnya.
Rifa’i sendiri baru dimasukkan di babak kedua bersama Ian Puleio menggantikan Valdeci Moreira dan Bayu Setiawan. Pemain asli Jakarta itu menggantikan peran Motta sebagai bek tengah berduet dengan Luiz Gustavo.
“Tapi, ya mereka bisa mencetak gol demgan situasi kita bermain 10 pemain. Kita tetap bersyukur masih bisa membawa pulang poin,” pungkas pemilik jersey bernomor punggung 23 itu.
