Arema jadi tim dengan koleksi kartu merah terbanyak di Super League 2025-2025 sampai Pekan 10. Pelatih Marcos Santos dibuat kesal oleh situasi yang demikian.
Terbaru, di laga lawan Borneo FC Samarinda, Arema kehilangan dua pemain belakang Julian Guevara dan Bayu Setiawan. Julian kena kartu kuning kedua yang membuatnya berpotensi absen satu laga, sedangkan Bayu diganjar kartu merah langsung setelah kartu kuning pertama dengan ancaman sanksi bisa sampai tiga laga.
Sebelumnya, Arema harus merelakan Yann Motta kena kartu merah langsung di laga lawan PSIM Yogyakarta dan harus absen dua laga. Betinho Filho menyusul dengan kartu merah langsung di laga lawan Persijap Jepara, sehingga dihukum larangan tiga pertandingan.
“Kami telah bertemu pema9n, kami telah berbicara. Tapi, kami juga harus mengamati keputusan apa yang sedang dibuat Komdis PSSI. Kita harus menganalisis kartu-kartu yang diterima,” kata Marcos.
Arema Jadi Tim dengan Koleksi Kartu Merah Terbanyak, Marcos Santos Heran Kepada Wasit
Marcos heran dengan keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada pemain Arema. Sebab, menurutnya tak semua keputusan sang pengadil benar-benar tepat.
“Saya lihat wasit gak punya kriteria tetap, kartu-kartu yang sama yang dia berikan ke tim kami kadang gak dia berikan kepada tim lawan, meski dalam situasi permainan yang mirip,” imbuhnya.
“Jelas ini bikin tim kami menjadi gelisah. Ketika wasit gak seharusnya memberikan kartu dia berikan kartu, begitu sebaliknya. Keputusan wasit gak benar-benar tepat sesuai momentumnya,” pungkas pelatih berusia 46 tahun itu.
