More

    Arema Layangkan Surat Protes ke PSSI Soal Kepemimpinan Wasit Lawan Malut United

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Arema layangkan surat protes ke PSSI soal kepemimpinan wasit lawan Malut United, Naufal Adya Fairuski di Pekan 26 Super League 2025-2026, Jumat (3/4/2026). General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menegaskan tujuan pihaknya mengirimkan surat tersebut.

    Surat ini berkaitan dengan keputusan wasit Naufal memberikan hadiah penalti untuk Malut di menit 42. Padahal jelas dari review VAR, tidak ada intensi berlebihan dari kapten Arema, Johan Farizi yang didakwa menjatuhkan Igor Inocencio di kotak terlarang.

    Penalti itu sukses dieksekusi oleh David da Silva, sehingga membuat skor kembali imbang 1-1. Sebelumnya, Arema lebih dulu unggul lewat gol Nilson Barbosa ke gawang Malut sendiri di menit 26.

    “Dalam dua pertamdingan terakhir ini kami merasa dirugikan wasit, makanya kami telah melayangkan surat resmi kepada PSSI kemarin (3/4/2026), kami mencoba meminta konfirmasinya saja seperti apa. Yang diinginkan Arema adalah perbaikan wasit, Pak Erick Thohir (Ketua Umum PSSI) di awal kan juga gencar melakukan perbaikan perwasitan. Bahkan Ketua Komite Wasitnya ambil dari JFA (Yoshimi Ogawa), harusnya kualitas wasit sekarang lebih oke,” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.

    Arema Layangkan Surat Protes ke PSSI Bukan untuk Mendeskriditkan Wasit Naufal Adya Fairuski

    Pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan, tujuan utama Arema mengirimkan surat protes kepada PSSI bukan untuk mendeskriditkan wasit Naufal atas kepemimpinannya di laga Arema vs Malut. Namun, protes ini lebih ke masukan untuk federasi dan Komite Wasit.

    Menurutnya, kalau gak ada komplain dan permintaan dari klub untuk kasih masukan kepada mereka, maka Komite Wasit sebagai otoritas yang berwenang mengevaluasi wasit susah untuk memperbaiki diri. Langkah yang diambil Arema ini menurutnya wajar dan bisa saja diambil klub-klub lainnya.

    “Kami sadar itu gak akan mengubah hasil pertandingan, tapi kita harus memberikan masukan, agar di pertandingan ke depannya Arema maupun klub lain gak dirugikan wasit,” imbuh manajer asal Bogoe itu.

    “Kita baru kali ini melakukan protes. Yang perlu ditekankan di sini, bukan komplain yang secara ekstrem wasitnya harus dikeluarkan atau gimana-gimana, tapi lebih demi perbaikan perwasitan nasional. Kami juga gak bermaksud menyerang wasit secara personal yang mungkin bisa menyebabkan dia disanksi dan dapat mematikan mata pencahariannya. Ini murni bentuk kritik dari klub untuk perwasitan Indonesia, gak ada tujuan untuk menjatuhkan siapapun,” jelas Inal.

    Harapan Arema

    Inal berharap, apa yang dialami Arema ini menjadi yang terakhir di Supee League 2025-2026. Apalagi, saat ini tersisa banyak pertandingan yang harus berlangsung dengan fairplay dan dipimpin wasit yang adil.

    “Jangan sampai ada masalah wasit lagi di sisa laga musim ini, baik menimpa Arema lagi maupun klub lain. Ini harus benar-benar menjadi bahan evaluasi buat Komite Wasit,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis