Arema siapkan rencana tiket keluarga, tiket pelajar, dan tiket big match. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengatakan, rencana tersebut tengah digodok direksi Arema.
Menurutnya, untuk tiket keluarga sebetulnya ingin diberlakukan di Super League 2025-2026. Namun, rencana itu dibatalkan karena sistem ticketing di Aremaxcess masih belum mumpuni.
Untuk menjual tiket keluarga ini tentu Arema harus menjual tiket secara paketan. Arema masi menyiapkan sistem yang pas untuk dipakai memastikan yang membeli tiket keluarga itu betul-betul punya hubungan keluarga.
“Secara sistem kan itu lumayan ribet karena online itu sistemnya harus rigid. Tiket keluarga itu kan satu paket. Itu ketentuannya bagaimana? Harus detail. Jadi, masih kita timang-timang dulu, karena waktunya kemarin terlalu mepet untuk menyiapkan sistemnya, akhirnya kita tahan dulu,” kata Yusrinal
Pertimbangkan Usual Tiket Pelajar
Yusrinal mempertimbangkan usulan tiket pelajar bagi Aremania Halokes yang secara finansial keberatan dengan kategori tiket termurah sekalipun. Namun direksi Arema masih mencari formula yang tepat untuk mengkurasi Aremania yang berhak membeli tiket pelajar tersebut.
Sejauh ini, Arema meluncurkan lima kategori tiket laga kandang yang bisa dipilih Aremania. Harga termurah adalah Rp125 ribu untuk tribune ekonomi utara/selatan.
“Kategori pelajar itu kurasinya bagaimana? Online ini kan riskannya di situ. Kita juga harus siapkan sistemnya. Intinya online itu kan menekankan dari segi keamanan, tujuannya kan untuk mengidentifikasi siapa yang nonton, makanya itu kurasi kategori pelajar ini harus bagaimana? Gak gampang, gak asal,” imbuhnya.
Bagaimana dengan Tiket Big Match?
Inal, sapaan akrab Yusrinal menambahkan, tiket big match sejauh ini juga masih belum bisa diterapkan. Harga tiket yang sudah ditetapkan bersama Panpel Arema saat ini berlaku untuk seluruh laga kandang, tak peduli big match atau bukan.
“Untuk sementara kita flatkan dulu harga tiketnya. Apalagi ini kan kita baru menginjakkan kaki lagi di Stadion Kanjuruhan. Pasti ada evaluasi kan, setengah musim atau satu musim, berikutnya bisa saja berubah,” tegas Inal.
