Arema Store ketagihan pakai jasa pemain untuk mendongkrak penjualan jersey lewat lewat siaran langsung di marketplace. Strategi tersebut dinilai sukses di Liga 1 2024-2025 lalu.
Manajer Arema Store, Tjiptadi Purnomo mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait penjualan jersey musim lalu, termasuk strategi yang dipakai. Menurutnya, strategi penjualan jersey lewat siaran live yang melibatkan pemain layak diulangi lagi untuk penjualan jersey musim depan.
Musim lalu, pihaknya melibatkan dua pemain, lokal dan asing Arema, yakni Achmad Maulana dan Pablo Oliveira. Hasilnya, penjualan jersey dengan nameset Achmad Maulana bernomor punggung 19 sempat meledak dan menyumbang omset yang lumayan untuk Arema Store.
“Musim lalu kami sempat melakukan penjualan jersey secara live di marketplace bersama Achmad dan Pablo. Jersey Achmad dengan nameset dan tanda tangan si pemain yang paling laris terjual. Mungkin strategi yang sama bisa kami pakai lagi musim depan,” kata Tjiptadi kepada WEAREMAnIA.
Mendongkrak Penjualan Jersey Arema Dengan Pemain Lain
Pria yang akrab disapa Adi itu mengisyaratkan bakal menggandeng pemain Arema lainnya untuk strategi promosi jersey musim depan. Hanya saja, pria asli Malang itu belum tahu siapakah penggawa Singo Edan yang akan dipakai jasanya.
“Belum ada gambaran siapa pemainnya. Yang pasti musim depan kami akan menggodok lagi strategi ini. Yang musim kemarin itu masih percobaan, tapi responsnya ternyata bagus,” imbuhnya.
“Kami usahakan ada sinergi dengan pemain untuk memasarkan produk2 resmi dari Arema Store. Selainmelalui live streaming di marketplace, mungkin ada program-program lainnya nanti.”
