Banyaknya orang Brasil di Arema bikin Walisson Maia merasa beruntung dalam menjalani putaran kedua Super League 2025-2026. Stopper Arema itu mengaku bisa beradaptasi dengan cepat dengan tim Arema berkat keberadaan mereka.
Maia datang ke Arema di bursa transfer pemain paruh musim bersama empat pemain Brasil lainnya, yakni Gabriel Silva, Gustavo França, Joel Vinicius, dan Pablo Oliveira. Sementara, di Arema sudah ada lima pemain dari Negeri Samba lainnya, dari Lucas Frigeri, Matheus Blade, Valdeci Moreira, Betinho Filho, hingga Dalberto Luan Belo.
Belum lagi jajaran tim pelatih Arema yang juga dijejali pelatih berpaspor Brasil. Marcos Santos sebagai pelatih kepala yang dibantu asistennya Andre Caldas, pelatih fisik Carlos Airon, dan penerjemah Claudio de Jesus.
“Sebagian besar pemain di Arema adalah orang Brasil. Tentu saja, itu sangat memudahkan proses adaptasi, bukan hanya dengan klub, tetapi juga dengan kompetisi. Bahasa sangat membantu. Ada pemain-pemain yang sudah mengenal klub dengan baik, bahkan memiliki julukan karena kontribusi mereka. Mereka adalah pemain berpengalaman yang memahami sepak bola,” kata Maia.
Walisson Maia Merasa Beruntung Disambut dengan Baik
Maia mengaku senang disambut dengan baik di tim Arema. Bukan cuma oleh orang-orang Brasil di tim ini saja, bahkan para pemain lokal juga membuka lebar tangan mereka penuh kehangatan sebuah keluarga.
“Para pemain, staf pelatih, semuanya menyambut saya dengan sangat baik. Bahkan sebelum saya tiba, mereka sudah menghubungi saya dan menanyakan apakah saya membutuhkan sesuatu. Ini sangat membantu saya beradaptasi,” imbuh pemain berusia 34 tahun itu.
“Banyak orang Brasil di sini yang membantu saya beradaptasi dengan lebih cepat. Ada juga Julian Guevara, yang berasal dari Kolombia, tetapi dia berbicara dengan sangat baik sehingga kami bisa saling memahami. Dengan lingkungan seperti ini, adaptasi menjadi jauh lebih mudah,” tutupnya.
