Dalam tuntutan juara Piala Presiden 2026, Marcos Santos tetap membawa misi yang tak kalah penting bersama Arema. Pelatih asal Brasil itu ingin membangun chemistry antarpemain sebagai bekal menghadapi Super League 2026-2027.
Marcos memahami harapan besar Aremania agar Arema kembali membawa pulang trofi Piala Presiden ke Malang. Musim lalu, Port FC dari Thailand memutus dominasi Singo Edan setelah menjuarai Piala Presiden 2025.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga menyadari tantangan yang menanti tidak akan mudah. Arema tergabung di Grup A bersama tuan rumah Persib Bandung, Tampines Rovers Singapura, dan DPMM FC Brunei Darussalam yang akan bersaing memperebutkan dua tiket semifinal di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
“Ini adalah kejuaraan yang bagus, kejuaraan yang kuat, kejuaraan yang sulit, di mana Arema adalah tim yang paling sukses karena paling banyak jadi juara. Kami tahu tanggung jawabnya,” kata Marcos kepada WEAREMANIA.
Dalam Tuntutan Juara Piala Presiden 2026, Marcos Santos Prioritaskan Chemistry Tim
Piala Presiden 2026 menjadi kesempatan pertama bagi Marcos menguji komposisi baru Arema dalam pertandingan resmi. Selama pramusim, tim pelatih belum menjalani laga uji coba sehingga turnamen ini menjadi ajang penting untuk menyatukan permainan.
Marcos membawa 27 pemain ke Bandung, termasuk delapan rekrutan anyar yang siap mendapat kesempatan tampil. Kehadiran wajah-wajah baru membuat tim pelatih ingin mempercepat proses adaptasi di dalam lapangan.
“Kami akan berusaha menggunakan kejuaraan ini untuk membangun chemistry tim dan memainkan pertandingan-pertandingan yang bagus,” imbuhnya.
Pelatih asal Brasil tersebut berharap seluruh pemain memanfaatkan setiap kesempatan dengan maksimal. Marcos juga ingin melihat perkembangan tim dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
“Melakukan yang terbaik di setiap pertandingan. Kita harus memberikan yang terbaik dari masing-masing individu agar para suporter merasa bangga saat melihat tim ini bermain.”
