Di Persija Jakarta, Gustavo França jadi gelandang serang, tapi di Arema dimainkan di sayap dalam dua laga pertamanya di putaran kedua Super League 2025-2026. Menurutnya, Pelatih Marcos Santos lebih tahu cara untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.
Sebelumnya, França memang sering tampil sebagai gelandang serang di putaran pertama lalu. Namun, Marcos menyulapnya menjadi penyerang sayap kiri berpasangan dengan Gabriel Silva di sisi kanan.
Menurut pwmain berusia 27 tahun itu, beemain di posisi manapun tak masalah. França menjalani peran tersebut dengan rasa nyaman
“Pelatih mengenal saya sejak berada di Brasil. dIa lebih tahu peran yang bisa saya jalankan,” kata França.
Di Arema Dimainkan di Sayap, Gustavo França Tegaskan Punya Peran Berbeda dengan Gabriwl Silva
França menegaskan punya peran berbeda dengan Gabriel Silva, meski sama-sama bermain di sayap. Menurutnya, peran mereka bisa saling mengisi dalam membantu lini aerang Arema.
“Saya bisa bermain dengan karakter berbeda dari Gabi, lebih ke presisi dan dukungan permainan. Saya bisa bermain di dalam maupun di sisi lapangan,” imbuh pemilik jersey bernomor punggung 77 ini.
“Saya sangat senang berada di sini membela Arema. Kami sedang membentuk tim yang sangat kompetitif. Yang terpenting, Arema menang. Itulah yang utama daripada membahas posisi saya,” tandasnya.
.
