Julian Guevara tak mau berhenti belajar Bahasa Indonesia meski sudah tidak lagi mengikuti kursus. Pemain asal Kolombia itu terus meningkatkan kemampuannya karena kini membantu tim sebagai penerjemah.
Kini, Julian menjalani peran ganda di Arema selama persiapan Super League 2026-2027. Selain bermain, pemain berusia 33 tahun itu juga menerjemahkan instruksi pelatih dari Bahasa Portugis ke Bahasa Indonesia.
Kemampuan tersebut memudahkan komunikasi antara tim pelatih dan para pemain lokal. Julian juga kerap membantu proses wawancara maupun konferensi pers yang melibatkan pelatih serta pemain asing.
“Saya sudah gak kursus lagi seperti sebelumnya. Tapi, saya terus belajar Bahasa Indonesia, karena saya merasa masih harus terus belajar. Saya gak pernah malu belajar, karena ini masih proses. Mungkin masih ada yang salah, tetapi saya selalu berusaha jujur dan menyampaikan apa yang benar,” kata Julian kepada WEAREMANIA.
Julian Guevara Tak Mau Berhenti Belajar demi Lancarkan Komunikasi Tim
Julian tak mau berhenti belajar karena Arema kini mengandalkan banyak pemain dan pelatih asal Brasil. Kondisi itu membuat kemampuannya berbahasa Indonesia semakin penting setelah Claudio de Jesus tidak lagi berada di dalam tim.
Pemilik jersey bernomor punggung 6 tersebut memanfaatkan kemiripan Bahasa Portugis dan Bahasa Spanyol untuk membantu komunikasi sehari-hari. Julian juga terus memperkaya kosakata agar mampu menyampaikan instruksi secara lebih akurat.
Sekarang Julian memilih belajar secara mandiri tanpa bantuan pengajar. Julian memusatkan perhatian pada istilah sepak bola yang sering muncul selama latihan dan pertandingan.
“Sekarang saya belajar sendiri. Saya sudah tidak belajar dengan guru karena ingin fokus pada kosakata sepak bola. Saya punya cara sendiri, yaitu mencari istilah-istilah sepak bola lalu mempraktikkannya di rumah,” imbuhnya.
Julian mengaku terus mengulang berbagai istilah sepak bola agar semakin terbiasa menggunakannya di lapangan. Cara tersebut membuat komunikasi dengan rekan setim berlangsung lebih lancar setiap hari.
“Di lapangan banyak kata dan perintah yang harus terus diulang. Semakin sering dipraktikkan akan semakin terbiasa. Syukurlah teman-teman sudah memahami komunikasi saya selama latihan,” tandasnya.
