Di balik kepergian Wiliam Marcilio dari Arema sebelum Liga 1 2024-2025 usai ternyata masih menyisakan anggapan klub sengaja menjualnya. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menyampaikan fakta-fakta yang sekaligus membantah anggapan tersebut.
Pria yang akrab disapa Inal itu memastikan kontrak Wiliam bersama Arema berakhir per 1 Mei 2025. Kontrak gelandang asal Brasil itu di Arema berlangsung selama semusim kompetisi berdurasi 10 bulan.
Inal menegaskan, tak mungkin pihaknya menjual pemain yang sudah tak terikat kontrak dengan Arema. Ketika kontraknya habis, yang dilakukan Arema melepas si pemain dengan status bebas transfer setelah mendengarkan hasil evaluasi tim pelatih.
“Penjualan pemain itu kan untuk pemain yang masih ada kontrak dengan klub. Kalau kontraknya sudah habis, gak bisa dijual, gak boleh juga,” kata Inal kepada WEAREMANIA.
Kepergian Wiliam Marcilio dari Arema dengan Status Dijual Tak Pernah Terjadi
Inal menambahkan, kalau Arema mau melepas Wiliam dengan status dijual seharusnya di bursa transfer pemain paruh musim lalu. Tapi, faktanya penjualan pemilik jersey bernomor punggun 10 itu sama sekali tak terjadi, karena si pemain berlabel ‘not for sale’, sebelum diklaim bermasalah.
“Kalau menjual pemain di tengah putaran kedua itu gak mungkin, karena bursa transfer dan pendaftaran pemain sudah ditutup,” imbuh pria asal Bogor itu.
“Kami sebetulnya belum ada pembicaraan dengan Wiliam, tapi dia tiba-tiba berpamitan sebelum kontraknya habis (28/4/2025). Kami baru berani berstatemen setelah kontraknya habis per 1 Mei 2025. Jadi, Arema gak menjualnya, tapi kontraknya memang sudah habis.”
Tak Tahu ke Mana Wiliam Marcilio Pergi
Inal mengaku pihaknya tidak tahu ke klub mana Wiliam akan pergi. Yang diketahuinya saat ini, si pemain memutuskan pulang dulu ke negara asalnya usai berpamitan dengan tim di sesi latihan Rabu (30/4/2025) kemarin.
“Kami gak tahu ke mana dia akan bermain. Seperti itu, kalau pemain kontraknya habis dan gak diperpanjang, maka haknya dia mau main di klub mana,” tandasnya.
