Fokus utama latihan perdana Arema pasca libur kompetisi akhirnya terungkap setelah skuad Singo Edan kembali berkumpul di Malang. Tim pelatih langsung mengarahkan program latihan untuk memulihkan kebugaran sekaligus mempercepat adaptasi pemain menjelang Super League 2026-2027.
Arema menggelar latihan perdana di Strength Club, Kota Malang, pada Kamis (2/7/2026) sore. Sesi tersebut menandai berakhirnya masa libur sekitar satu bulan setelah penyusunan skuad musim baru rampung.
Tim pelatih membagi latihan ke dalam dua sesi dengan intensitas yang terukur. Program itu membantu pemain mengembalikan kondisi fisik sebelum memasuki tahap persiapan yang lebih berat.
Latihan perdana diikuti mayoritas pemain lokal, termasuk tiga rekrutan anyar, yakni Syahrul Trisna Fadilla, Erlangga Setyo Dwi Saputro, dan Robi Darwis. Ketiganya langsung berbaur dan menjalani seluruh program latihan bersama rekan-rekannya.
“Kondisi fisik pemain bagus. Mereka bisa mengikuti dua sesi latihan sampai selesai. Kondisi fisiknya dalam perkembangan, ini menunjukkan kalau pemain tetap profesional, berlatih selama libur,” kata Asisten Pelatih Siswantoro.
Fokus Utama Latihan Perdana Arema Pasca Libur Kompetisi Pulihkan Kebugaran dan Adaptasi Pemain
Pelatih Fisik Carlos Airon memimpin jalannya latihan bersama Siswantoro. Pelatih Kepala Marcos Santos masih mematangkan koordinasi teknis sebelum memimpin latihan secara langsung.
Tim pelatih menjadikan pemulihan kebugaran sebagai prioritas utama pada pekan pertama latihan. Program itu juga membantu para pemain baru mempercepat adaptasi dengan sistem latihan dan rekan setim.
Julian Guevara dan Walisson Maia sudah bergabung sejak hari pertama latihan. Kehadiran kedua pemain asing tersebut mempercepat proses persiapan meski skuad belum berkumpul secara lengkap.
Tim pelatih juga menyiapkan langkah untuk pemain yang belum bergabung bersama tim. Kendala administrasi dan izin personal membuat beberapa pemain datang lebih lambat dari jadwal awal.
“Pemain yang datang terlambat sudah diberikan program latihan tambahan, baik itu lokal atau asing. Jadi kondisi mereka yang terlambat tetap bisa mengikuti level rekan-rekan yang lain,” pungkasnya.
Program tambahan itu membantu pemain yang terlambat mengejar kondisi fisik rekan-rekannya. Tim pelatih ingin seluruh anggota skuad mencapai level kebugaran yang relatif sama sebelum memasuki agenda uji coba.
Arema memanfaatkan fase awal persiapan untuk membangun fondasi fisik sekaligus memperkuat kekompakan tim. Langkah tersebut menjadi bekal penting sebelum Singo Edan menghadapi persaingan Super League 2026-2027.
