Gianluca Pandeynuwu bicara persaingan jadi kiper utama Arema di sisa laga putaran kedua Super League 2025-2026. Pemain asal Tomohon itu baru bergabung di bursa transfer pemain paruh musim ini.
Arema mendatangkan Gianluca dari Persis Solo setelah sempat tampil selama tiga pertandingan di putaran pertama. Gianluca gabung Skuad Singo Edan dengan status pemain pinjaman hingga akhir musim.
Di Arema, kiper berusia 28 tahun itu harus bersaing dengan tiga kiper lainnya. Sebelumnya, Arema kerap memainkan Lucas Frigeri dan Adi Satrio, dan masih punya satu kiper lokal lainnya, Andrian Casvari.
“Soal persingan kiper di tim Arema, saya melihatnya kita harus saling support saja, saling dorong untuk jadi lebih baik,” kata Gianluca.
Jadi Kiper Utama Arema Bermodal Pengalaman Dilatih Pelatih Kiper Asing
Untuk menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Arema, Gianluca siap bekerja keras dalam sesi latihan bersama Pelatih Kiper Tiago Simoes. Beruntung baginya, lantaran sudah punya pengalaman berlatih di bawah arahan pelatih kiper asing.
Setidaknya, dari data Transfermarkt, ada empat pelatih kiper asing yang pernah menanganinya sebelum Tiago. Mereka antara lain Luizinho Passos (Brasil), Carlos Salomao (Brasil), Jorge Rodriguez (Uruguay), dan Gaston Romero (Argentina) yang semuanya merupakan eks pelatih penjaga gawangnya semasa membela Borneo FC Samarinda.
“Saya sudah punya pengalaman sama pelatih kiper yang dari Brasil, karakternya mirip-mirip, jadi adaptasinya gak sulit,” tutup pemilik jersey bernomor punggung 18 itu.
