Gustavo França menjalankan peran baru jadi penyerang palsu Arema saat ditahan imbang Malut United 1-1 di laga Pekan 26 Super League 2025-2026, Jumat (3/4/2026) lalu.
Pelatih Marcos Santos terpaksa memainkan taktik false nine di laga ini gegara absennya duo striker lokal, Dalberto Luan Belo dan Joel Vinicius karena sanksi skorsing kartu. Pemain berposisi asli sebagai gelandang ini mengaku tak ada kesulitan berarti.
Sebagai penyerang palsu, pergerakan França sangat mobile dengan bertukar posisi dengan Salim Fuharea dan sesekali dengan Gabriel Silva. Bahkan, pemain asal Brasil ini berperan dalam gol bunuh diri Nilson Barbosa ke gawang Malut yang berasal dari sepak pojok yang dieksekusinya.
“Ini adalah posisi baru bagi saya, namun kami sudah bekerja keras sepanjang pekan. Jadi bagi saya, gak terlalu sulit untuk menjalaninya,” kata França.
Gustavo França Menjalankan Peran Baru dengan Penuh Kebebasan
França senang dengan peran anyarnya ini karena pergerakannya lebih bebas dan leluass di lini serang Aremw. Terlebih saat itu Aremw memsng menggunakan taktik menunggu dan melancarkan transisi positif saat menguasai bola.
Saya bermain sebagai penyerang nomor 9, tetapi juga sering bergerak bebas,” imbuh mantan pemain Persija Jakarta itu.
“Saya ingin berterima kasih kepada tim dan para pemain yang sudah berjuang sampai akhir,” pungkasnya.
