General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menegaskan pihaknya menerima aspirasi Aremania usai kalah di dua laga derby Jawa Timur sebagai bentuk kecintaan kepada klub. Menurutnya, jawaban terbaik untuk kritik Aremania adalah kemenangan di sisa laga Super League 2025-2026.
Usai kalah 0-4 dari Persebaya Surabaya dan 2-3 dari Persik Kediri, Arema menyisakan tiga pertandingan musim ini. Skuad Singo Edan bakal menghadapi PSM Makassar, PSBS Biak, dan PSIM Yogyakarta.
Terdekat, Arema akan menjamu PSM di Pekan 32, Sabtu (9/5/2026), pukul 15.30 WIB. Yusrinal menegaskan, tiga poin menjadi target utama laga kandang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu.
“Kami mendesak pelatih dan pemain untuk serius berbenah. Jawaban terbaik atas kritik Aremania adalah kemenangan di lapangan!” kata Yusrinal.
Kritik Aremania Adalah Bikin Pemain Pantang untuk Bersantai
Pria yang akrab disapa Inal itu menambahkan, tak ada alasan bagi para pemain Arema untuk bersantai di sisa tiga laga terakhir. Mereka harus tetap berjuang memperbaiki posisi klasemen meski sudah anan dari jerat degradasi.
Saat ini Arema berada di peringkat 10 dari 18 klub peserta di klasemen sementara dengan 39 poin dan tak mungkin lagi terkejar oleh tim peringkat 16. Musim ini jatah klub degradasi ke kasta kedua menyisakan satu slot, setelah PSBS Biak dan Semen Padang sudah dipastikan tampil di Championship musim depan.
“Kami merasakan kekecewaan yang sama. Tidak ada alasan untuk bersantai meski sudah lolos degradasi,” pungkas manajer asal Bogor ini.
