Jelang puasa Ramadhan tahun ini, Arema bikin program latihan yang adaptif dan toleran. Pelatih Fisik Arema, Gustavo Correa menyebut, hal itu dilakukan lantaran Liga 1 2024-2025 tetap digulirkan selama umat muslim menjalankan ibadah puasa.
Dalam jadwal, setidaknya Arema harus melakoni tiga pertandingan. Ajaibnya, tiga laga itu digelar dengan waktu recovery cukup mepet dan kurang ideal, yakni tiap empat sampai lima hri sekali.
Mau tak mau, tim pelatih seluruh klub peserta kompetisi harus memutar otak untuk menjaga kondisi fisik pemainnya. Gustavo pun coba memberikan masukan kepada Pelatih Arema, Ze Gomes terkait masalah maintenance fisik selama bulan puasa.
“Memasuki bulan puasa ini kita sudah mengalami perubahan dalam rutinitas latihan,” kata Gustavo kepada WEAREMANIA.
Tujuan Program Latihan yang Adaptif dan Toleran Dilakukan
Gustavo blak-blakan menyebutkan tujuan dari program adaptif dan toleran harus dilakukan Arema di bulan Ramadhan. Menurutnya, semua demi pemain Arema sendiri agar tetap bisa memiliki fisik yang prima dan ibadah tak terganggu.
Progam latihan ini menurutnya bertujuan agar para penggawa Singo Edan yang muslim bisa beradaptasi. Artinya, mereka bisa tetap berlatih meskipun tengah menjalankan ibadah puasa.
“Program ini dilakukan agar pemain tetap bisa menjalankan ibadah puasa dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan bulan Ramadhan,” pungkasnya.
