Marcos Santos kecewa dengan hasil Arema di putaran pertama Super League 2025-2026. Karenanya, Pelatih Arema itu punya harapan besar di putaran kedua.
Di putaran pertama lalu, Arema duduk di peringkat 10 klasemen sementara dengan 21 poin. Dari 17 pertandingan, Skuad Singo Edan memenangkan lima laga, imbang enam laga, dan kalah enam laga.
Hasil tersebut tak membuat puas Marcos, yang posisinya sempat terancam lantaran enam laga kandang beruntun tak pernah menang dan enam laga beruntun di liga tak pernah menang. Pelatih asal Brasil itu berjanji berbenah di tengah musim ini untuk memenuhi target 5 besar di klasemen akhir.
“Bagi saya, putaran pertama ini untuk beradaptasi di Indonesia, mengenal liga, para pemain, dan tim-tim lawan.
Tentu kami kecewa dengan hasilnya. Kami sebenarnya bermain seimbang melawan semua tim. Kami hanya berharap kami bisa memaksimalkan peluang mencetak gol dan menang lebih banyak,” kata Marcos.
Hasil Arema di Putaran Pertama Masih Menyelamatkan Kariernya
Marcos bisa dibilang beruntung di antara pelatih-pelatih Arema dalam empat musim terakhir. Kariernya selamat oleh kemenangan dramatis di laga terakhir putaran pertama lawan Persik Kediri dengan skor 2-1.
“Saya berterima kasih kepada suporter Arema yang selalu mendukung kami meskipun banyak kesulitan. Manajemen juga percaya dengan pekerjaan kami,” imbuhnya.
“Kami ingin membalas kepercayaan dan dukungan suporter dengan performa yang lebih baik di putaran kedua,” pungkas pelatih berusia 46 tahun itu.
