Kedatangan Walisson Maia ke Arema ternyata sempat tertunda sebelum diperkenalkan sebagai rekrutan anyar untuk putaran kedua Super League 2025-2026. Stopper asal Brasil itu mengaku terkendala dokumen keimigrasian sebagai syarat administrasi.
Maia secara resmi diperkenalkan sebagai penggawa Arema pada Kamis (5/2/2026). Pemain asing ke-11 Arema di putaran kedua itu pun sudah mengikuti sesi latihan di hari yang sama.
Jika tak terkendala masalah administratif itu sejatinya Maia sudah bisa bergabung sejak pekan lalu dan bisa segera tampil dengan seragam Arema. Namun, Maia senang akhirnya semua masalah bisa teratasi dengan baik, sehingga kini bisa bergabung bersama Johan Farizi dan kawan-kawan.
“Prosesnya sebenarnya cepat. Seharusnya saya sudah datang lebih awal, tetapi paspor saya hampir kedaluwarsa sehingga membutuhkan waktu untuk diperbarui,” kata Maia.
Kedatangan Walisson Maia ke Arema Berkat Permintaan Langsung Marcos Santos
Maia mengaku diminta langsung oleh Pelatih Marcos Santos untuk merapat ke Arema. Sang pelatih bukanlah sosok asing baginya, karena mereka berdua pernah bekerja sama di klub Liga Brasil, Coritiba FC yang merupakan klub remajanya.
Marcos menjadi pelatih kepala Coritiba di musim 2012-2013 dan 2014-2015. Sementara, Maia membela Coritiba sejak musim 2012 sampai 2019, meski beberapa kali sempat menjalani masa peminjaman.
“Negosiasinya berjalan cepat, terutama karena Coach Marcos adalah orang Brasil dan dia menyampaikan hal-hal baik tentang klub ini kepada saya. Setelah urusan paspor selesai, semuanya berjalan lancar,” imbuhnya.
Khatam Karakter Marcos Santos
Maia mengaku sudah khatam tentang karakter Marcos Santos, yang menjadi alasaj utamanya mau menerima pinangan Arema. Menurutnya, pelatih berusia 46 tahun itu pun mengenal betul cara bermainnya.
“Gaya bermainnya sangat ofensif. Dia sangat memperhatikan aspek bertahan, tetapi juga merupakan pelatih yang menyukai penguasaan bola. Dia ingin timnya mendominasi permainan lewat penguasaan bola. Coach Marcos adalah pelatih yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang sangat baik di Brasil. Karena itu, ketika dia menghubungi, saya gak berpikir lama untuk bekerja sama,” tandasnya.
