Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza menganggap selebrasi Gabriel Silva yang terinspirasi Neymar mengejek kekalahan tuan rumah dari Arema, Minggu (8/2/2026). Laga Pekan 20 Super League 2025-2026 itu berakhir dengan skor 0-2 untuk Arema berkat brace Gabi.
Usai laga, Mauricio mendatangi Gabi untuk meminta penjelasan tentang selebrasinya meletakkan kedua tangan di telinga sambil mengaum bak singa. Keduanya sempat beradu mulut sebelum Pelatih Arema, Marcos Santos yang juga berasal dari Brasil, datang untuk membantu memberi penjelasan.
Merasa gerah dengan situasi yang menimpanya, Gabi memberikan penjelasan lewat story Instagramnya. Pemain berusia 28 tahun itu ingin mengklarifikasi soal selebrasinya usai gol kedua ke gawang Persija.
“Saya sama sekali tidak berniat untuk tidak menghormati, memprovokasi, atau mengejek suporter, pemain, maupun staf pelatih lawan. Selebrasi tersebut murni merupakan ekspresi spontan kegembiraan, yang terinspirasi dari salah satu idola sepak bola saya, Neymar,” kata Gabi.
Selebrasi Gabriel Silva yang Terinspirasi Neymar Dilakukan Bersama Tim Bukan di Bench Persija Jakarta
Gabi juga membantah selebrasinya dilakukan di depan bench Persija Jakarta, melainkan bersama teman-teman satu timnya. Gestur selebrasinya itu juga tidak ditujukan untuk siapapun.
“Pada gambar terlihat saya merayakan gol bersama rekan-rekan setim di bangku cadangan, mengekspresikan kebahagiaan di malam yang magis, atas dua gol yang tercipta dan hasil yang diraih melawan lawan yang hebat,” jelas pemilik jersey bernomor punggung 7 ini.
“Saya menegaskan bahwa gestur tersebut tidak ditujukan kepada siapa pun, dan tidak dilakukan di depan suporter, pemain, maupun staf tim lawan. Saya selalu menjunjung tinggi dan akan terus menjunjung nilai rasa hormat, baik di dalam maupun di luar lapangan, kepada rekan setim dan lawan, serta menghormati seragam yang saya kenakan dan profesi yang saya jalani,” imbuhnya.
Hormat Kepada Mereka yang Merasa Tersinggung
Gabi menyampaikan rasa hormatnya kepada Mauricio dan mereka yang merasa tersinggung atas selebrasinya. Sebagai pemain, Gabi sudah berusaha menjelaskannya.
“Apabila ada pihak yang merasa tersinggung, saya menyampaikan rasa hormat saya, dengan menegaskan kembali bahwa tidak ada niat negatif. Saya akan tetap fokus pada pekerjaan saya, dengan kerendahan hati, dedikasi, dan rasa hormat terhadap olahraga ini,” pungkasnya.
