Pelatih Ze Gomes akui lapangan berat karen hujan jadi mimpi buruk Arema yang gagal kalahkan PSIS Semarang, Senin (24/2/2025). Laga Pekan 24 Liga 1 2024-2025 di Stadion Soepriadi, Kota Blitar itu berakhir imbang 2-2.
Arema unggul dulu 2-0 lewat gol Pablo Oliveira dan Charles Lokolingoy sebelum kebobolan gol konyol Sudi Abdallah di menit 32. Kiper Arema, Dicki Agung yang bermaksud membuang bola di kotak penaltinya, mampu diblok Sudi hingga bola berbalik arah ke gawang Arema.
Usai gol itu, laga dihentikan di menit 35 gara-gara ancaman petir yang dinilai membahayakan pemain di lapangan. Sisa 15 menit babak pertama bisa dilanjutkan, tapi selepas istirahat turun minum, laga babak kedua ditunda gegara genangan air hujan di lapangan.
Setelah upaya mengurasan genangan air selama 30 menit lebih, babak kedua bisa digulrkan. Tapi, dalam kondisi lapangan yang berat, licin, dan genangan air yang datang lagi.
“Di babak kedua, hujan membuat permainan menjadi rumit, lapangan sangat berat, kami harus bermain langsung ke depan mencari lini belakang lawan (direct pass). Beberapa momen kami berhasil, tapi di momen lainnya gagal,” kata Ze.
Mimpi Buruk Arema yang Gagal Kalahkan PSIS Semarang Ada di Pengujung Babak Kedua
Ze menegaskan, mimpi buruk Arema datang di pengujung babak kedua. Tepatnya di menit 87 saat PSIS mendapatkan hadiah penalti dari wasit yang dieksekusi menjadi gol oleh Sudi Abdallah.
“PSIS juga memulai bermain sepak bola lebih direct ke pertahanan Arema. Kami gak bisa menekan ke depan,” imbuh pelatih asal Portugal itu.
“Ini membuat mereka fokus mengambil keuntungan dari situasi tersebut, hingga pada akhirnya mereka bahagia dengan hadiah penalti yang menggagalkan kemenangan kami.”
