Lawan Persib Bandung di Pekan 6 Super League 2025-2026, Senin (22/9/2025), pukul 15.30 WIB bisa menjadi laga yang menyedot animo Aremania untuk datang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Namun demikian, manajemen Arema tak berlakukan harga tiket khusus big match sepertu dulu.
Dulu, tiket kandang Arema untuk beberapa laga big match, seperri melawan Persib Bandung, Persija Jakarta dan rival, Persebaya Surabaya selalu dijual dengan harga lebih mahal. Kebijakan ini kerap dicibir sebagai langkah aji mumpung, mengingat tim lawan bisa menjadi magnet kehadiran suporter di tribune.
Sejak diberlakukannya sistem penjualan tiket secara online pada Liga 1 2023-2024 lalu, direksi Arema memutuskan menghapuskan kebijakan harga tiket big match. Manajer Bisnis Arema, Munif Bagaskara Wakid memastikan harga jual tiket di laga lawan Persib dan pertandingan lain berlabel big match sama sesuai dengan yang sudah ditetapkan sebelumnya.
“Gak ada tiket khusus big match, harga tiket semua kategori tetap, sama seperti harga tiket di laga kandang sebelumnya,” kata Munif kepada WEAREMAnIA.
Alasan Arema Tak Berlakukan Harga Tiket Khusus Big Match
Munif menegaskan, Aremania menjadi alasan utama kenapa harga tiket laga kandang Arema dibuat seragam, tak peduli big match atau bukan. Harapannya, Aremania lebih diuntungkan dengan penghapusan kebijakan tiket big match itu.
Sejak laga kandang pertama musim ini, Arema menjual tiket ekonomi termurah dengan harga Rp125 ribu untuk tribune utara dan selatan dengan kuota paling banyak. Selain itu masih ada lima kategori lain, yakni tiket ekonomi utama tribune timur Rp150 ribu, tiket VIP B Rp250 ribu, VIP A Rp300 ribu, dan VVIP Rp450 ribu.
Tiket semua kategori bisa dibeli secara online saja oleh Aremania. Bisa melalui aplikasi Aremania Utas dan laman resmi Aremaxcess.com.
“Makanya kami tetapkan harga tiket segini, yang flat, gak ada yang dinahalkan saat big match. Tentu itu agar Aremania bisa diuntungkan. Mungkin suporter bisa memilih pertandingan mana saja yang ingin ditonton, tanpa takut nanti harga tiketnya lebih mahal dari biasanya,” pungkasnya.
