Lini depan Arema tampak “berebut” ingin cetak gol lawan Dewa United di Pekan 5 Super League 2025-2026, Sabtu (13/9/2025). Pelatih Marcos Santos memberi penjelasan bahwa tak ada masalah di antara pasukannya usai menelan kekalahan 1-2 dalam laga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu.
Dalam laga ini, Arema melepaskan 13 tembakan, tapi cuma lima tembakan saja yang mengarah ke gawang Dewa United. Dalberto Luan Belo tercatat sebagai pemain Arema yang terbanyak melepaskan tembakan, yakni lima tembakan, disusul Ian Puleio empat tembakan.
Namun, di mata awak media yang meliput, kedua pemain terindikasi menampilkan ego masing-masing. Saat ada momentum kawan yang tak terkawal, justru tembakan yang dilepaskan, tapi tak menjadi gol bagi Arema.
Hanya satu gol yang mampu dilesakkan Arema ke gawang Dewa United, lewat aksi Dalberto. Itu pun memanfaatkan bola muntah hasil sepakannya sendiri yang sempat ditepis kiper lawan, Sonny Stevens.
“Saya gak melihat masalah di antara mereka. Sebaliknya, mereka memiliki pemahaman yang baik satu sama lain. Ini keputusan. Siapa yang akan memainkan bola, siapa yang akan menyelesaikan,” kata Marcos.
Lini Depan Arema Didominasi Individu yang Kuat
Marcos menyadari lini serang Arema didominasi pemain dengan kemampuan individual yang kuat. Ke depannya, pelatih asal Brasil ini berharap timnya bisa lebih matang memanfaatkan momentum.
“Terkadang keduanya adalah pemain yang sangat kuat. Jadi mereka kadang lupa membiarkan kepala mereka menoleh, untuk melihat siapa yang berada di posisi terbaik,” imbuh pelatih berusia 46 tahun itu.
“Mereka mendefinisikan permainan. Mereka memiliki kesamaan dalam karakteristik. Mungkin karena itu, keduanya memiliki kesempatan untuk saling mencari. Tapi mereka mencoba mendefinisikan permainan. Berusaha mencetak gol,” pungkasnya.
