Pelatih Marcos Santos tahu Arema dan sepak bola Indonesia dari dua mantan Pelatih PSS Sleman, Wagner Lopes dan Mazola Junior. Keduanya sempat bekerja di Liga 1 2024-2025 tapi sama-sama berujung pemecatan sebelum kompetisi berakhir.
Setelah mendapatkan tawaran melatih Arema, Marcos sempat mencari tahu seperti apa sepak bola Indonesia. Pelatih berusia 46 tahun itu bertanya kepada teman-temannya sesama pelatih asal Brasil.
Mereka pun bercerita tentang bagaimana sepak terjang Arema di Indonesia. Cerita-cerita itu semakin membuatnya bersemangat untuk datang ke Indonesia, hingga akhirnya diperkenalkan sebagai pelatih kepala Arema, Kamis (26/6/2025).
“Saya sudah mengenal Arema. Beberapa teman saya sesama pelatih yang bekerja di Indonesia berbicara tentang Arema, tim yang hebat, tim dengan banyak suporter,” kata Marcos.
Marcos Santos Tahu Arema Cukup Detail
Marcos bisa dibilang tahu Arema cukup detail, hingga nama beberapa pemainnya saat ini. Khususnya sang kapten tim Johan Farizi dan sejumlah pemain senior lainnya.
“Ketika saya mendapat tawaran, saya pelajari Arema, bagaimana sejarah klub, dan juga pemain-pemain yang ada di sini, terutama yang paling senior, yang menjadi andalan, bahkan sampai yang paling muda,” imbuhnya.
“Ini penting bagi saya sebagai pelatih untuk mengenal tim saya, karena kami akan bekerja dan berjuang bersama-sama,” tegas mantan pelatih Timnas Brasil U-17 itu.
