Pelatih Marcos Santos menilai mental tanding penggawa Arema di kandang lawan harus dibenahi jelang Super League 2025-2026. Hal ini tak lepas dari kurang memuaskannya pramusim yang dijalani Arema.
Terbaru, Skuad Singo Edan dihajar Persija Jakarta dalam laga uji coba (26/7/2025). Tampil di Jakarta International Stadium, Jakarta, Marcos gagal menyelamatkan timnya dari kekalahan telak 0-3.
Sebelumnya, Arema juga babak belur di Piala Presiden 2025 yang dilakoni tanpa kemenangan satu pun. Arema ditahan imbang Liga Indonesia All Star 2-2 dan kalah 0-4 dari Oxford United.
Sebetulnya ada dua kemenangan yang sempat diraih Arema di pramusim ini, tapi sekadar melawan tim yang secara kualitas di bawah mereka. Arema mengalahkan Arema U-20 8-0 dan RANS Nusantara FC 7-1.
“Kami sadar kami mengalami beberapa kekalahan di masa pramusim. Karenanya, kami harus berbenajh. Kami harus berlatih lebih keras. Terutama untuk urusan mental mereka saat bermain di kandang lawan, di mana para suporter tim tuan rumah memberikan tekanan,” kata Marcos.
PR Lain Selain Perbaikan Mental Tanding Penggawa Arema
Marcos menilai, ada pekerjaan rumah (PR) lain yang dimilikinya selain membenahi mental tandang pasukannya. Pelatih asal Brasil itu menyadari pertahanan Arema yang kurang solid dan penyelesaian akhir yang masih lemah.
Kedua hal tersebut terpampang nyata saat Arema kalah 0-3 dari Persija. Tiga gol yang bersarang ke gawang dan kegagalan membobol gawang lawan sudah cukup menjadi bukti.
“Kami bisa dengan mudah kebobolan, tapi di sisi lain kesulitan dalam menyelesaikan peluang menjadi gol. Itu juga kita benahi,” pungkas pelatih berusia 46 tahun itu.
