Pelatih Arema, Marcos Santos waspadai kebangkitan Semen Padang yang ingin lolos dari zona degradasi. Karenanya, para penggawa Singo Edan pantang terlena saat kedua tim bertemu di Pekan 21 Super League 2025-2026, Minggu (15/2/2026), pukul 15.30 WIB.
Sebelum datang ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Semen Padang berada di peringkat 16 dari 18 klub peserta dengan 15 poin. Hingga Pekan 20 lalu, Kabau Sirah baru menang empat kali, imbang tiga kali, dan kalah 13 kali.
Marcos menyadari, tim-tim papan bawah selalu merepotkan Arema, karena ingin mengumpulkan poin lebih. Itu terbukti di laga kandang sebelumnya saat menjamu tim zona merah lainnya, Persijap Jepara, Arema susah payah menang 1-0.
“Kami harus bermain dengan pertahanan yang kuat, cerdas, dan terorganisasi. Kami juga harus tetap fokus sampai akhir pertandingan,” kata Marcos kepada WEAREMANIA.
Kebangkitan Semen Padang Berpotensi Bikin Level Pertandingan Lebih Sulit
Marcos merasa laga melawan Semen Padang ini tak lebih mudah daripada laga menghadapi tim calon juara Persija pekan lalu. Bahkan, pelatih asal Brasil ini meyakini Semen Padang lebih sulit untuk ditaklukkan.
Namun, Skuad Singo Edan bermodalkan mentalitas tim yang lagi menyala. Hal itu tak lepas dari kemenangan cleansheet di dua laga beruntun, 1-0 atas Persijap dan 2-0 atas Persija.
“Bisa saja pertandingan ini lebih sulit dari pertandingean sebelumnya saat kita melawan Persija. Jadi, kami harus bekerja keras meraih tiga poin,” pungkasnya.
