Rapor Salim Tuharea di Super League 2025-2026 menunjukkan karakter yang cukup unik dibanding penyerang Arema lainnya. Winger asal Maluku itu memang belum menonjol dalam statistik menyerang, tetapi memberikan kontribusi bertahan yang cukup baik ketika tim kehilangan bola.
Salim tampil dalam 16 pertandingan sepanjang musim dengan total 698 menit bermain. Menariknya, perannya terbagi hampir seimbang, yakni delapan kali sebagai starter dan delapan kali masuk dari bangku cadangan. Statistik tersebut menegaskan statusnya sebagai pemain rotasi di skuad Arema.
Salah satu aspek yang paling menonjol dalam rapornya adalah kontribusi defensifnya. Untuk ukuran seorang penyerang sayap, pemilik jersey bernomor punggung 11 ini cukup aktif membantu tim dalam hal bertahan.
Salim mencatat sembilan intersep, delapan tekel, dan 12 ball recovery sepanjang musim. Statistik tersebut menunjukkan kesediaannya melakukan pressing sekaligus membantu tim merebut kembali penguasaan bola saat Arema berada dalam tekanan.
Di antara para penyerang Arema, kontribusi defensif Salim tergolong menonjol. Pemain berusia 23 tahun ini tidak hanya menunggu bola di area serang, tetapi juga aktif terlibat dalam pekerjaan tanpa bola yang membutuhkan energi dan intensitas tinggi.
Namun, gaya bermain agresif tersebut memiliki konsekuensi tersendiri. Salim menjadi salah satu pemain dengan rasio kartu kuning yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan menit bermainnya.
Dari 698 menit bermain, eks Madura United itu mengoleksi lima kartu kuning, meski tanpa kartu merah. Artinya, Salim menerima satu kartu kuning setiap 139,6 menit bermain atau sekitar setiap satu setengah pertandingan penuh. Rasio tersebut tergolong tinggi untuk pemain dengan menit bermain yang relatif terbatas.
Selain itu, Salim juga melakukan 12 pelanggaran sepanjang musim. Data tersebut menunjukkan bahwa intensitas permainannya kerap membuatnya terlibat dalam duel-duel yang berisiko menghasilkan pelanggaran maupun kartu.
Di sisi lain, kontribusi ofensif mantan pemain Timnas Indonesia U-23 ini masih relatif terbatas. Salim belum mampu mencetak gol, hanya menyumbang satu assist, dua shot on target, dan empat kreasi peluang sepanjang kompetisi.
Catatan tersebut masih berada di bawah para penyerang Arema lainnya seperti Dalberto Luan Belo, Joel Vinicius, Gabriel Silva, dan Valdeci Moreira. Karena itu, pengaruh terbesar Salim musim ini lebih terlihat dalam kerja tanpa bola dibandingkan produktivitasnya di depan gawang.
Secara keseluruhan, Rapor Salim Tuharea menegaskan bahwa atribut paling menonjol yang dimilikinya adalah kontribusi defensif dan intensitas tinggi saat berada di lapangan. Meski belum menonjol dalam urusan gol maupun kreasi peluang, Salim menjadi penyerang sayap yang rajin melakukan pressing, membantu pertahanan, dan merebut bola kembali, meski berisiko cukup tinggi untuk mengoleksi kartu kuning.
Inilah Rapor Salim Tuharea di Super League 2025-2026

