More

    RESMI: Arema Lepas Penerjemah Asal Brasil Claudio de Jesus

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Arema lepas penerjemah asal Brasil, Claudio de Jesus, menjelang Super League 2026-2027. Manajemen mengambil keputusan tersebut sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran menyambut kompetisi musim baru.

    Claudio mendampingi Pelatih Marcos Santos selama dua musim terakhir. Legenda Arema era 2000-an itu mulai menjalankan tugas sebagai penerjemah sejak Liga 1 2024-2025.

    Selama dua musim, Claudio menjembatani komunikasi antara jajaran pelatih asal Brasil dan para pemain lokal. Kini, manajemen menyederhanakan struktur tim untuk menekan biaya operasional.

    Belakangan, Claudio tidak lagi mengikuti sesi latihan Arema selama sepekan terakhir. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, pun menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

    “Musim depan gak ada lagi posisi translator khusus. Kami ingin mengurangi biaya operasional,” kata Yusrinal.

    Arema Lepas Penerjemah, Julian Guevara dan Andre Caldas Ambil Peran

    Arema lepas penerjemah khusus, tetapi manajemen tetap memastikan komunikasi di dalam tim berjalan lancar. Sebagai gantinya, klub memanfaatkan kemampuan bahasa yang dimiliki pemain dan staf pelatih.

    Yusrinal menjelaskan Julian Guevara kini sudah menguasai bahasa Indonesia dengan cukup baik setelah beberapa musim bermain di Indonesia. Kemampuan itu membuat gelandang asal Kolombia tersebut mampu membantu menjelaskan instruksi pelatih kepada rekan-rekan setim ketika dibutuhkan.

    “Julian sudah mampu berbahasa Indonesia dengan cukup baik. Tapi, perannya bukan sebagai translator resmi. Statusnya tetap sebagai pemain yang sesekali membantu komunikasi,” imbuh Yusrinal.

    Andre Caldas Siap Membantu Komunikasi Tim

    Selain Julian, Arema juga mengandalkan Asisten Pelatih Andre Caldas Costa untuk membantu komunikasi menggunakan bahasa Inggris. Sebagian besar pemain asing Singo Edan pun sudah mampu menggunakan bahasa tersebut dalam keseharian.

    Manajemen menilai kemampuan bahasa para pemain dan staf pelatih sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan komunikasi tim sepanjang musim. Karena itu, Arema tidak lagi memasukkan posisi penerjemah khusus ke dalam struktur resmi tim untuk Super League 2026-2027.

    “Sebagian besar pemain asing kita sekarang juga bisa berbahasa Inggris. Jika diperlukan, Andre bisa membantu komunikasi. Julian hanya membantu menjelaskan jika ada hal yang kurang dipahami para pemain lokal kita dalam bahasa Indonesia,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis