Syahrul Trisna Fadillah terima pinangan Arema untuk menghadapi Super League 2026-2027 dengan alasan yang sudah lama tersimpan. Kiper asal Sleman itu mengaku ingin mengikuti jejak Kurnia Meiga, sosok yang menjadi idolanya sejak masih berusia muda.
Kurnia Meiga menjadi salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah Arema. Mantan penjaga gawang Timnas Indonesia itu membela Singo Edan sejak Indonesia Super League 2008-2009 hingga Liga 1 2017.
Meiga mengukir banyak prestasi selama membela Arema. Kiper legendaris tersebut membawa Singo Edan menjuarai Indonesia Super League 2009-2010 sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik pada musim yang sama.
“Sejak dulu saya sangat mengidolakan Kurnia Meiga. Karena itu saya sangat tertarik mengikuti jejaknya bergabung dengan Arema. Senang akhirnya bisa menjadi bagian dari tim ini,” kata Syahrul kepada WEAREMANIA.
Syahrul Trisna Fadillah Terima Pinangan Arema karena Status Klub Besar
Syahrul terima pinangan Arema bukan hanya karena sosok Kurnia Meiga. Kiper berusia 30 tahun itu juga mempertimbangkan reputasi besar Singo Edan sebelum menentukan pilihan kariernya pada musim ini.
Manajemen Arema mulai menjalin komunikasi dengan Syahrul ketika bursa transfer belum resmi dibuka. Pembicaraan berlangsung cukup intens hingga kedua pihak mencapai kesepakatan menjelang bergulirnya Super League 2026-2027.
“Saat saya masih di Borneo FC, saya menerima beberapa tawaran, termasuk dari Arema. Akhirnya saya memilih Arema karena menurut saya ini adalah klub besar yang memiliki sejarah panjang,” pungkasnya.
Syahrul mengaku menerima beberapa tawaran dari klub Super League setelah menyelesaikan musim bersama Borneo. Namun, nama besar Arema, sejarah panjang klub, dan sosok Kurnia Meiga membuat pilihannya semakin mantap. Kombinasi faktor emosional dan profesional itu akhirnya mengantarkan Syahrul bergabung dengan Singo Edan untuk menghadapi tantangan baru pada Super League 2026-2027.
