Full back kanan, Rio Fahmi mengaku makin “liar” sejak Arema pakai skema lima bek dalam lanjutan Super League 2025-2026. Skema yang diterapkan Pelatih Marcos Santos itu mendorongnya untuk lebih offensif dalam situasi transisi positif.
Gabung di paruh musim, Rio sempat mencicipi skema Marcos dengan empat pemain belakang, di mana bek sayap kanan cenderung sejajar dengan stopper. Sejak skema 5-4-1 atau 5-3-2 dimainkan, posisi pemwin asal Banjarnegara itu lebih ke depan saat melakukan serangan balik.
Tentu saja, Rio diharapkan bisa menopang lini serang di sisi sayap kanan saat Arena berhasil merebut bola dari kaki lawan. Sejauh ini, sejak menjadi wing back, sudah satu assist diberikannya.
“Bagi saya pribadi tentunya selalu menyenangkan ketika saya diberi tugas. Karena kita main tiga bek tengah, tentunya saya juga diberi keleluasan juga untuk membantu penyerangan. Saya senang menjalani tugas itu,” kata Rio kepada WEAREMANIA.
Arema Pakai Skema 5 Bek, Berharap Pertahanan Makin Solid
Dengan memakai lima bek, Rio berharap skema klasik itu bisa membuat pertahanan Arema makin solid. Setidaknya hingga akhir musim Arema tak kebobolan lebih banyak dari jumlah gol yang diciptakan musim ini.
“Yang paling penting sebagai pemain pertahanan yaitu gak kebobolan. Jadi mungkin untuk saat ini skema itu yang terbaik buat tim Arema,” imbuhnya.
“Alhamdulillah hasilnya juga lumayan positif. Arema sempat mencatatkan satu kali kemasukan dari tiga pertandingan saat memakai skema lima bek itu,” pungkas pemilik jersey bernomor punggung 2 ini.
