More

    Robi Darwis Rasakan Culture Shock di Malang Sejak Gabung Arema

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Robi Darwis rasakan culture shock sejak bergabung dengan Arema FC menjelang Super League 2026-2027. Gelandang asal Cianjur itu mengaku sempat bingung saat mendengar panggilan baru dari orang-orang di sekitarnya.

    Robi bahkan menerima julukan baru sebelum Arema FC mengumumkan perekrutannya secara resmi. Sapaan tersebut langsung muncul ketika ia mulai beraktivitas bersama lingkungan tim di Malang.

    Julukan Sam Ibor menjadi pengalaman yang benar-benar baru bagi pemain berusia 22 tahun itu. Sebelumnya, Robi belum pernah menjumpai kebiasaan serupa selama menjalani karier sebagai pesepak bola profesional.

    Bahasa walikan memang menjadi bagian dari identitas masyarakat Malang dalam kehidupan sehari-hari. Budaya itu juga hadir di lingkungan sepak bola dan akrab bagi pemain, ofisial, maupun suporter Arema.

    “Sekarang agak mendingan sih, masih belajar. Agak sedikit kaget saja. Bingung, karena seperti ‘Sam’ (Mas) atau ‘Ibor’ (Robi), saya kaget,” kata Robi.

    Robi Darwis Rasakan Culture Shock karena Bahasa Walikan Malang

    Robi Darwis rasakan culture shock ketika banyak orang memanggilnya dengan sebutan Sam Ibor. Dalam bahasa walikan, Sam berarti Mas, sedangkan Ibor merupakan kebalikan dari nama Robi.

    Rasa penasaran membuat Robi mencari penjelasan mengenai sapaan tersebut kepada orang-orang yang lebih dulu tinggal di Malang. Ia ingin memahami alasan di balik panggilan yang terus ia dengar sejak bergabung dengan Arema.

    “Ternyata waktu saya tanya sama yang sudah lama di sini, ternyata di Malang memang banyak yang dibalik-balik (kata-katanya),” pungkas eks Timnas Indonesia ini.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis