Rumah cacing jadi biang kerok di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, kandang sementara Arema di Liga 1 2024-2025 yang saat ini tengah diperbaiki. Untuk meningkatkan kualitas lapangan, Arema menggandeng kontraktor ternama, PT Harapan Jaya Lestarindo.
Berkomitmen tinggi untuk menghadirkan lapangan berkualitas di Kota Blitar, Lestarindo sudah melakukan proses perbaikan ini sejak akhir pekan lalu. Mereka telah menyelesaikan proses top dressing, lalu penebaran kapur, obat cacing, dan pemupukan lapangan.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mendapatkan laporan dari Lestarindo bahwa kerasnya lapangan dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar, sehingga memengaruhi kualitas permainan.
Sebagai solusi, Lestarindo telah melakukan nematisida untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan. Selanjutnya, ada aeration untuk mengaerasi tanah, dan top dressing untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Lestarindo dalam memperbaiki lapangan Stadion Soepriadi. Proses aeration dan top dressing yang telah dilakukan merupakan langkah tepat untuk mengatasi masalah yang ada,’ kata Yusrinal.
Langkah Selanjutnya Menghilangkan Biang Kerok di Stadion Soepriadi
Inal, sapaan akrab Yusrinal menambahkan, proses aeration dan top dressing bukanlah satu-satunya langkah dalam proses perbaikan lapangan Stadion Soepriadi. Setelah ini, masih ada sejumlah langkah yang akan dikebut Lestarindo.
Perbaikan lapangan usai turunnya surat teguran dari operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) itu diperkirakan berlangsung maksimal dua bulan. Namun, Lestarindo berkomitemen untuk melakukan percepatan.
Menurutnya, Lestarindo optimistis bahwa dalam waktu seminggu ke depan, hasil perbaikan lapangan akan semakin terlihat signifikan. Harapannya, Arema tak sampai mengungsi ke stadion lain lama-lama untuk menggelar laga kandang selanjutnya.
Setelah ini, Lestarindo menjadwalkan pengerjaan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Langkah ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna.
“Kami optimis dengan perbaikan yang dilakukan, kualitas lapangan Stadion Soepriadi akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya penting bagi performa Arema, tetapi juga akan meningkatkan grade kualitas lapangan secara keseluruhan,” pungkasnya.
