Setiap kalah di Super League 2025-2026, Pelatih Marcos Santos siapkan hukuman untuk penggawa Arema. Hukuman itu baru saja dirasakan Skuad Singo Edan usai kalah 1-2 dari Dewa United di Pekan 5 (13/9/2025) lalu.
Kekalahan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu menjadi kekalahan perdana Arema musim ini. Sebelumnya, Arema mencatatkan dua kemenangan dan dua kali imbang sepanjang laga Pekan 1 sampai Pekan 4.
Meski namanya hukuman, Marcos memilih hukuman yang bisa dibilang bermanfaat bagi kualitas timnya. Pelatih berpaspor Brasil itu mengaku hukuman itu sudah disepakati bersama sejak sebelum kompetisi bergulir.
“Kemarin (16/9/2025), ada dua kali sesi latihan, pagi di lapangan dan sore harinya kami berlatih di gym. Jadi, latihan ekstra itu tergantung hasil pertandingan. Kita sudah bersepakat, kalau menang gak ada latihan tambahan. Tapi kalau kalah, ya akan seperti itu lagi,” kata Marcos menjawab pertanyaan WEAREMAnIA.
Hukuman Untuk Penggawa Arema Demi Kebaikan
Marcos menegaskan, hukuman latihan fisik tambahan itu diterapkan juga demi kebaikan pemain Arema sendiri. Apalagi mereka yang dinilai masih butuh tambahan latihan ekstra.
Karena sudah disepakati bersama, Marcos melihat anak asuhnya menjalani hukuman itu dengan ikhlas. Hukuman itu juga atas sepengetahuan pelatih fisik Carlos Airon.
“Kita mengerti bahwa kita juga kurang (dalam hal fisik), dan kita perlu berlatih lebih banyak, dengan latihan kekuatan. Itulah kenapa kami meningkatkan tempo latihan,” tandasnya.
