Skuad Arema nyekar dulu ke makam Kuncoro di Tempat Pemakaman Umum Desa Putatlor, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jumat (23/1/2025) sore. Ziarah kubur ini dilakukan sehari sebelum mereka terbang ke markas Dewa United untuk melakoni laga Pekan 18 Super League 2025-2026, Senin (26/1/2026), pukul 19.00 WIB.
Sebelumnya, Asisten Pelatih Arema itu meninggal dunia karena serangan jantung usai bermain di laga memperingati 100 tahun Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (18/1/2026). Di hari meninggalnya, Skuad Arema pun mengantarkan jenazah untuk dikebumikan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Selain tabur bunga, staf pelatih dan pemain Arema juga membacakan tahlil mendoakan mendiang Kuncoro. Kebetulan, Sabtu (24/1/2026) di momen tujuh hari meninggalnya almarhum, mereka berhalangan hadir di rumah duka di Desa Putat Kidul, Gondanglegi, Kabupaten Malang lantaran temgah menjalani laga away di Banten untuk memulai perjalanan di putaran kedua.
“Di putaran kedua, kami akan melakukan segalanya untuk menghormati Kuncoro. Ini gak boleh dilupakan, baik oleh pemain, staf, maupun semua orang di sini,” kata Marcos.
Skuad Arema Ingin Persembahkan Hasil Terbaik di Putaran Kedua
Marcos ingin Arema persembahkan hasil terbaik di putaran kedua Super League 2025-2026 untuk mendiang Kuncoro. Saat ini Arema berada di peringkat 10 klasemen sementara dengan 21 poin.
“Semua merasakan kehilangan ini. Kami tahu para suporter Arema kehilangan seorang idola, seorang legenda, sementara kami kehilangan seorang profesional hebat dan sahabat,” imbuhnya.
“Makanya kami akan menjalani putaran kedua ini sebagai persembahan untuk Kuncoro dan keluarganya,” tegas pelatih asal Brasil itu.
