Tiga penggawa Arema yang kena kartu merah di laga Pekan 25 Super League 2025-2026 lawan Bhayangkara FC (10/3/2026) hanya disankso denda Komdis (Komite Disiplin) PSSI. Tak ada hukuman larangan bermain tambahan untuk mereka.
Sebelumnya, di laga yang berakhir dengan kekalahan 1-2 itu ada tiga pemain Arema yang diusir wasit dengan kartu merah, yakni Pablo Oliveira, Dalberto Luan Belo, dan Matheus Blade. Selain itu, satu official, Sektetaris Tim, Rahmat Taufik Hentihu juga merasakannya.
Berdasarkan Sidang Komdis PSSI pada 14 Maret 2026, dengan kasus pelanggaran disiplin, Tim Arema FC dinyatakan bersalahn. Keputusan itu dituangkan dalam surat keputusan bernomor 204/L1/SK/KD-PSSI/III/2026.
“Arema FC melanggar Kode Disiplin PSSI 2025. Tiga pemain Arema mendapat kartu merah langsung dalam laga tersebut. Keputusannya, Arema FC didenda Rp60.000.000 (60 juta rupiah). Jika pelanggaran serupa terulang, akan dikenakan hukuman lebih berat,” bunyi keputusan Komdis PSSI itu.
Penggawa Arema yang Kena Kartu Merah Hanya Disanksi Denda Komdis PSSI, Manajemen Tak Akan Ajukan Banding
Atas kartu merah yang diterima, selain sanksi denda itu, Pablo, Dalberto, dan Blade harus menjalani sanksi larangan bermain satu laga lawan Malut United di Pekan 26 (3/4/2026). Meski sesuai Pasal 117 Kode Disiplin PSSI diizinkan, manajemen Arema tak akan mengajukan banding.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengatakan, pihak klub memerima sanksi Komdis PSSI itu dengan lapang dada. Karenanya, pihaknya tak berencana melakukan protes untuk mengubah keputusan tersebut.
“Alhamdulillah, semua cuma dihukum (larangan bermain) satu kali pertandingan saja. Mungkin setelah direview Komdis, kartu merahnya tergolong bukan pelanggaran berat. Memang kalau dilihat kan pelanggarannya gak ada yang terlalu gimana-gimana,” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.
“Saya pikir keputusan itu sudah sangat fair sih, terimakasih untuk Komdis PSSI,” pungkas pria yang akrab disapa Inal tersebut.
