More

    Tradisi Penggawa Arema Berdoa di Gawang Dihidupkan Kembali

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Tradisi penggawa Arema berdoa di gawang seperti era Indonesia Super League 2011-2012 dihidupkan kembali. Momen itu terjadi di laga tunda Pekan 8 Super League 2025-2026, melawan Persita Tangerang, Selasa (30/12/2025) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

    Sebelum kick-off, 11 pemain Arema yang masuk dalam starting line-up berdiri berpegangan tangan di bawah mistar gawang yang ditempati tim. Setelah berdoa bersama, mereka mengayun-ayunkan tangan yang tetap bergandengan, lalu bersiap bertanding.

    Asisten Pelatih Arema, Kuncoro yang tergabung di skuad di ISL 2011-2012 membenarkan tradisi itu idenya dari Seme Pierre Patrick, pemain asing Arena kala itu. Tradisi berdoa bersama tersebut digelar setelah Arema terpuruk di jurang degradasi kala itu.

    “Katanya itu tradisi di sepak bola di negaranya, Kamerun, berdoa sebelum kick off dengan berdiri bergandengan tangan di bawah mistar gawang. Lalu dia bawa ke sini, ke Arema di ISL 2011-2012,” kata Kuncoro kepada WEAREMANIA.

    Makna Tradisi Penggawa Arema Berdoa di Gawang

    Kuncoro membeberkan, sebetulnya tak ada makna khusus dari aksi berdoa di bawah mistar gawang tersebut. Yang diketahuinya, hal yang sama kerap dilakukan di Kamerun, negara asal Seme.

    “Saya gak tahu ide siapa untuk menghidupkan tradisi berdoa di gawang itu lagi. Yang jelas pemain melakukannya sebelum kick off lawan Persita,” imbuh pelatih asli Malang ini.

    “Gak ada makna khusus, tapi itu bentuk kebersamaan dalam perjuangan menghadapi pertandingan. Berdoa kan juga bisa dilakukan di mana saja, termasuk di lapangan,” tandasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis