Masih ada keinginan yang belum tercapai di era kepemimpinan Yusrinal Fitriandi sebagai General Manager Arema dalam empat musim terakhir. Pihaknya masih mendambakan Arema punya training ground sendiri.
Di era Gilang Widya Pramana selaku Presiden Klub Arema, sebetulnya Skuad Singo Edan hampir saja memiliki fasilitas komplek tempat latihan sendiri. Bahkan, pria yang dikenal sebagai crazy rich berjuluk Juragan 99 itu sudah menyiapkan lahan dan bersiap membangunnya, sebelum datang cobaan bernama Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 yang memaksanya mundur.
Pasca bangkit dari masa kelam sepeninggal Gilang, Arema sempat menjalin kerja sama dengan pengelola ARG Soccer Field, Lawang, Kabupaten Malang yang menjadi tempat latihan langganan selama satu setengah musim. Namun, usai Liga 1 2024-2025, dan lapangannya lebih sering dipakai Akademi Arema sebagai homebase di Elite Pro Academy Super League.
Musim lalu, beruntung sang pemain senior, Dendi Santoso bersama Dalmiansyah Matutu memutuskan mengelola lapangan kampung di Pakis, Kabupaten Malang dan menamainya Dreams Football Pitch (DFP). Selain dipakai untuk tempat latihan Dendi Santoso Soccer School, Dendi menyewakan lapangan tersebut, dan Arema menjadi pelanggan tetapnya.
“Tentu saja, keinginan untuk memiliki lapangan tempat latihan sendiri itu masih ada. Mungkin suatu saat nanti, doakan saja,” kata Yusrinal.
Arema Punya Training Ground Sendiri Bisa Meminimalisir Potensi Pemain Cedera
Pria yang akrab disapa Inal itu meyakini, keberadaan training ground pribadi akan membawa banyak manfaat bagi Arema. Jika dibuat dengan standar tinggi, maka akan Meminimalisir potensi pemain cedera.
Seperti diketahui, musim kemarin Arema dilanda badai cedera panjang, mulai dari Achmad Maulana, Luiz Gustavo, Walisson Maia, hingga terbaru Pablo Oliveira. Khusus Pablo, yang mengalami cedera dalam sesi latihan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang kala itu, menjadi alarm bagi manajemen klub terkait training ground berkualitas ini.
Menurutnya, soal cedera ini tak melulu soal kualitas rumput, tapi juga jarak tempuh harian yang juga bisa “mengancam” kondisi pemain. Makanya, lokasi tempat latihan yang tak jauh dari mess pemain juga penting.
“Cederanya Pablo itu memberikan pelajaran bagi kami. Mungkin bukan hanya soal pemilihan pemain asing, tapi lebih ke instrospeksi kita soal lapangan tempat latihan, yang sering berganti-ganti, dan beberapa memang kondisi (rumput dan tanah) lapangannya keras waktu dipakai latihan. Solusinya ya bikin tempat latihan sendiri itu, aamiin,” pungkasnya.
