Setelah tiga fondasi klub sudah dikuasai, Manajemen Arema ingin kembangkan lini bisnis. Ekspansi ini menjadi fokus prioritas tim di Super League musim depan.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi blak-blakan mengatakan jika sejak era kepemimpinannya, Arema memiliki empat pilar utama yang didevelop. Program itu dicanangkan sejak masa transisi manajerial pasca Tragedi Kanjuruhan (1/10/2022).
Pilar-pilar utama itu mulai dari manajerial, media, hubungan demgan pihak eksternal, seperti salah dengan Aremania dan sponsor. Nah, lini bisnis menjadi pilar keempat yang ingin dijadikan prioritas di Super League 2026-2027.
“Selama empat tahun ini kita punya empat pilar yang kita develop. Kami menilai tiga pilar sudah kami kuasai. Menuju tahun kelima ini kita baru mulai bicara soal bisnis klub,” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.
Arema Ingin Kembangkan Lini Bisnis Setelah 3 Pilar Lainnya Stabil
Yusrinal menegaskan, saat ini tiga pilar Arema selain bisnis sudah bisa dibilang stabil. Ini membuatnya lebih percaya diri untuk melenjutkan pengembangan bisnis klub.
“Setelah Tragedi Kanjuruhan, kita sudah berusaha mempertahankan eksistensi klub agar valuasi klub ini gak turun lagi. Kita sudah meraih progres tersebut, sehingga PD untuk melangkah lebih jauh,” imbuhnya.
“Sebetulnya, selama ini bisnis klub sudah jalan, seperti misalnya Arema Store, Akademi Arema, dan lain-lain. Tapi, ke depan lini bisnis yang ada akan makin kita kembangkan. Program-program bisnis baru juga akan kami jalankan,” pungkas pria yang akrab disapa Inal ini.
