7 Pemain Asing Arema yang Paling Dikenang Aremania

Sudah puluhan pemain asing silih berganti keluar masuk Arema sejak didirikan pada 11 Agustus 1987. WEAREMANIA sudah memilih tujuh pemain asing Arema yang paling dikenang Aremania.

Arema pertama kali menggunakan jasa pemain asing pada kompetisi Liga Indonesia II (1995-1996). Saat itu, ada duo Australia yang menjadi kekuatan skuad Singo Edan, yakni Alex Stoikos dan Michael Mc Bride.

Tercatat, ada 17 pemain asing dari negara anggota AFC (benua Asia/Australia). 30 pemain dari negara benua Afrika, 11 pemain dari negara benua Eropa, 39 pemain dari negara benua Amerika. Jumlah itu sudah termasuk pemain asing Arema musim ini, Renshi Yamaguchi, Adilson Maringa, dan Carlos Fortes.

Inilah 7 Pemain Asing Arema yang Paling Dikenang Aremania

1. Rodrigo Santoni

Rodrigo Santoni memperkuat Arema di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012. Yang paling diingat Aremania dari penyerang asal Argentina itu tentu aksi-aksi konyolnya di lapangan. Santoni dikenal kerap justru menggagalkan peluang mencetak gol dari teman satu timnya sendiri.

2. Pacho Rubio

Pacho Rubio bisa dibilang sebagai pemain bengal pertama Arema. Penyerang asal Chile itu memakai seragam Arema di Ligina IV (1997-1998), dan Ligina VI (1999-2000). Permainan keras dan lugas menjadi ciri khas penampilan Pacho di lapangan.

3. Franco Hita

Franco Hita adalah salah satu penyerang andalan Arema di ajang Ligina XI (2005) putaran kedua, dan Ligina XII (2006). Dalam satu setengah musim, pemain asal Argentina itu melesakkan 10 gol di liga dan mempersembahkan trofi juara Copa Indonesia 2005 dan Copa Indonesia 2006.

4. Emaleu Serge

Emaleu Serge menjadi mesin gol Arema di Ligina XI (2005) putaran kedua, Ligina XII (2006), Ligina XIII (2007-2008), dan ISL 2008-2009 putaran pertama. Total 25 gol dilesakkan penyerang asal Kamerun itu. Trofi juara Copa Indonesia 2005 dan Copa Indonesia 2006 juga dipersembahkannya.

5. Noh Alam Shah

Noh Alam Shah hadir di skuad Arema saat menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2009-2010, dan berlanjut ke musim selanjutnya. Penyerang asal Singapura itu mencetak 23 gol dalam dua musim bersama Arema. Hingga kini masih banyak Aremania Aremanita yang mengidolakannya.

6. Makan Konate

Makan Konate datang ke Arema di tengah musim Liga 1 2018 dari Sriwijaya FC untuk menyelamatkan Arema dari jerat degradasi. Total 29 gol dibuat gelandang asal Mali itu dalam satu setengah musim. Sementara, gelar juara Piala Presiden 2019 menjadi kenangan manisnya di Arema.

7. Arthur Cunha

Arthur Cunha cukup lama membela Arema, tepatnya sejak Liga 1 2017 hingga Liga 1 2019. Stopper asal Brasil ini selalu menciptakan gol ke gawang lawan, dengan total empat gol. Koleksi trofinya antara lain Trofeo Bhayangkara Cup 2017, Piala Presiden 2017, dan Juara Piala Presiden 2019.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.