Arema Menjadi Juara ISL 2009-2010, Penantian Selama 17 Tahun

9 Kemenangan Tandang Arema di ISL 2009-2010
Lineup Arema (C) VAMOS

Arema menjadi juara ISL 2009-2010 setelah melakoni penantian panjang selama 17 tahun lamanya. Gelar juara Indonesia Super League ini menjadi yang kedua bagi skuad Singo Edan setelah terakhir menjuarai kompetisi Galatama 1992-1993 silam.

Predikat juara itu didapat Arema setelah nongkrong di puncak klasemen ISL 2009-2010 dengan 73 poin. Arema menyingkirkan 17 klub lainnya dengan memenangi 23 pertandingan, empat kali imbang, dan tujuh kali kalah.

Sejatinya, Arema memulai perjalanan di musim kedua era ISL ini dengan kurang meyakinkan, di mana menjadi tim terakhir yang melakukan pembentukan tim gara-gara masalah pengelolaan usai resmi dilepas PT Bentoel. Namun, keseriusan ditunjukkan manajemen anyar dengan mendatangkan Robert Rene Alberts sebagai pelatih.

Meneer asal Belanda itulah yang mengubah tim dengan materi pemain seadanya menjadi tim yang mengagumkan. Pemain lokal yang mayoritas belum punya nama dikombinasikan dengan pemain jebolan Akademi Arema dan pemain asing berkarakter ‘singa’.

Kunci Arema Menjadi Juara ISL 2009-2010

Diakui atau tidak, kehadiran Robert Alberts dengan sejuta perubahan yang dibawanya menjadi salah satu kunci Arema mampu menjuarai ISL 2009-2010. Banyak hal ‘baru’ yang diusungnya selama semusim melatih Arema.

Mulai dari perubahan nama Arema menjadi Arema Indonesia, logo Arema (meski secara resmi yang terdaftar di Liga dan jersey tetap logo lama), memilihkan nomer punggung untuk pemain, hingga kombinasi warna jersey dan kaos kaki. Alhasil, hal itu membawa hoki bagi pemain dan tim sepanjang bergulirnya kompetisi.

Selain itu, Robert pun hebat dalam urusan strategi, cara memotivasi, mengatur pola makan pemain, juga merecovery, yang berujung trofi juara dan hadiah Rp2 miliar. Termasuk menjadikan pemain biasa seperti Kurnia Meiga sebagai Pemain Terbaik ISL 2009-2010.

Memastikan Juara Sebelum Pekan Terakhir

Arema memastikan gelar juara ISL 2009-2010 sebelum pekan terakhir, tepatnya di pekan 33 saat melawat ke kandang PSPS Pekanbaru (26/5/2010). Laga berakhir imbang 1-1 setelah gol Noh Alam Shah empat jelang turun minum disamakan Herman Dzumafo di babak kedua.

Tambahan satu poin di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, Riau mengunci posisi pertama dari ancaman Persipura Jayapura yang ada di peringkat bawahnya. Aremania pun menggelar pesta dua kali, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta saat laga pekan terakhir melawan Persija Jakarta yang berakhir 5-1 untuk Arema dan selama tujuh hari tujuh malam di jalanan Malang Raya.

---
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.