Komposisi pemain Arema dengan nomor punggung keramat 11-8-1987 musim Ini berubah. Sebab, ada pemilik jersey bernomor punggung 11 baru untuk Super League 2025-2026.
Pergantian pemilik jersey bernomor punggung 11 itu tak lepas dari hengkangnya Charles Lokolingoy. Kepindahan striker berpaspor Australia itu membuat nomor punggung 11 ‘nganggur’.
Melihat situasi tersebut, Salim pun berinisiatif menjadi ‘pewaris’ nomor punggung 11 milik Lokolingoy. Jersey bernomor punggung sesuai dengan tanggal lahir Arema itu sudah dikenakannya di fase grup Piala Presiden 2025 kemarin.
Sebelumnya, Salim memakai nomor punggung 30, bahkan sejak masih memperkuat Madura United di musim sebelumnya. Musim lalu, dengan nomor punggung itu, Salim menjadi pemain lokal Arema tersubur dengan enam gol, ditambah sumbangan dua assist.
Komposisi Pemain Arema Dengan Nomor Punggung Keramat 11-8-1987 Lainnya
Selain Salim Tuharea, pemilik jersey dengan nomor punggung keramat lainnya tak berubah. Pemiliknya masih sama dengan komposisi di Liga 1 2024-2025 lalu.
Jersey bernomor punggung 8 yang identik dengan bulan kelahiran Arema, Agustus itu masih dipakai Arkhan Fikri. Meski sudah tiga musim di Arema, gelandang berusia 21 tahun itu sudah memakainya sejak musim kemarin.
Begitu pula dengan pemilik jersey 19 dan 87 yang identik dengan tahun kelahiran Arema, masih sama seperti dua musim terakhir. Jersey nomor punggung 19 masih bertuliskan nama Achmad Maulana, dan nomor punggung 87 masih dikuasai kapten tim Johan Farizi.
