Pemain Arema yang Belum Berkeringat di Liga 1 2021-2022 Seri 1

Akademi Arema Buka Pendaftaran Siswa Baru
Seiya da Costa (C) DANI KRISTIAN

Dari 30 pemain yang didaftarkan Arema ke PT Liga Indonesia Baru (LIB), tak semuanya pernah dimainkan di Liga 1 2021-2022 Seri 1. Tentu, ada pemain Arema yang belum berkeringat lantaran sama sekali belum tampil di Pekan 1 hingga Pekan 6.

Saat awal berangkat ke Bogor untuk menjalani Seri 1, skuad Singo Edan diperkuat 23 pemain saja. Dalam perjalanan kompetisi, ada dua pemain yang menyusul, yakni Ridwan Tawainella dan Diego Michiels.

Artinya, ada lima pemain yang memang tak dibawa untuk gelaran Liga 1 2021-2022 Seri 1, yakni Andryas Francisco, Achmad Galih, Aji Saka, Seiya da Costa, dan Vikrian Akbar.

Selain kelima pemain itu, ada enam pemain yang belum pernah merasakan atmosfer pertandingan di kompetisi musim ini. Namun, mereka semua setidaknya sudah pernah duduk di bench pemain cadangan, walau tak dimainkan.

Lalu, Siapa Saja Pemain Arema yang Belum Berkeringat di Liga 1 2021-2022 Seri 1?

1. Andryas Francisco

Andryas Francisco tak dibawa serta bersama rombongan tim ke Bogor dan Jakarta. Kiper asal Mojokerto itu ditinggal di Malang karena tim pelatih memilih cuma membawa tiga kiper, yakni Adilson Maringa, Teguh Amiruddin dan Kartika Ajie.

2. Teguh Amiruddin

Nama Teguh Amiruddin yang menjadi kiper utama Arema di Liga 1 2020 harus rela posisinya tersisih oleh Adilson Maringa. Penampilan konsisten kiper asing asal Brasil itu membuat Teguh setia duduk di bench sebanyak lima kali.

3. Kartika Ajie

Nasib lebih apes dialami Kartika Ajie di Liga 1 2021-2022 ini. Menjalani musim keempatnya bersama Arema, kiper kelahiran Balikpapan itu kalah bersaing dengan kiper Arema lainnya. Ajie sempat duduk di bench tiga kali sebelum akhirnya dipinjakan ke RANS Cilegon FC di Liga 2.

4. Aji Saka

Aji Saka mengalami cedera lutut yang agak parah dalam sesi latihan sebelum Liga 1 2021-2022 dimulai. Istirahat panjang untuk pemulihan membuat bek tengah asli Wajak, Kabupaten Malang itu ditinggal di Malang.

5. Didik Ariyanto

Sebagai pelapis Johan Farizi, Didik Ariyanto tercatat lima kali menghuni bench di lima laga awal. Kesempatan tampil sebenarnya didapat di Pekan 6 ketika Farizi dipanggil gabung Timnas Indonesia. Karena kepergian Farizi batal, namanya justru tersisih oleh Diego Michiels.

6. Ikhfanul Alam

Soal kesetiaan duduk di bangku pemain cadangan, Ikhfanul Alam tak kalah dengan pemain lainnya. Bek tengah pemilik jersey bernomor punggung 6 itu menghangatkan bench di semua laga Seri 1. Solidnya duet Sergio Silva dan Bagas Adi membuat kesempatan main belum datang padanya.

7. Achmad Galih

Selain Aji Saka, Achmad Galih juga masuk daftar pemain yang yang tak bisa dibawa serta karena cedera. Tak heran jika cedera itu memaksa mimpinya untuk membela Arema di kompetisi musim ini harus tertuda sementara waktu.

8. Achmad Figo

Dalam daftar pemain jebolan Akademi Arema yang diboyong ke Bogor terdapat nama Achmad Figo. Sayang, posisinya sebagai bek sayap membuat arek asli Kota Malang itu harus bersaing dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman, seperti Rizky Dwi, Diego Michiels, dan Johan Farizi.

9. Seiya da Costa

Satu lagi pemain muda Arema yang penampilannya ditunggu-tunggu, yakni Seiya da Costa. Pemain lokal keturunan Jepang itu terpaksa kehilangan kesempatan ikut tim senior lantaran cedera. Terbaru, Seiya harus menjalani operasi di tanah kelahirannya.

10. Muhammad Iqbal Faiz

Arema punya gelandang muda lainnya bernama Muhammad Iqbal Faiz. Sayang, lini tengah Arema sudah disesaki oleh para pemain yang lebih senior darinya. Meski demikian, Faiz sudah sempat menghuni bangku pemain cadangan dalam dua laga.

11. Vikrian Akbar

Sosok Vikrian Akbar menjadi bagian dari tim Arema musim ini, tetapi statusnya sekarang masih menjalani pendidikan TNI Angkatan Udara. Praktis, pemain berposisi gelandang bertahan itu belum pernah muncul dalam sesi latihan maupun saat pertandingan.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.